Beritaintelijennegara.id | JOMBANG, JAWA TIMUR — Pendapatan pedagang Pasar Legi Jombang menurun akibat minimnya jumlah pengunjung. Pedagang mengaku omzet harian tidak sebanding dengan biaya operasional dan persiapan dagangan.
Sejumlah pedagang menyebut omzet harian kini rata-rata hanya sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000, turun dibandingkan kondisi sebelumnya yang dapat mencapai Rp700.000 hingga lebih dari Rp1 juta, terutama pada hari pasaran dan akhir pekan. Angka tersebut bervariasi bergantung pada jenis dagangan dan lokasi kios.
Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pasar dan area parkir yang lebih lengang dibandingkan sebelumnya. Pada jam-jam yang biasanya ramai, sebagian kios masih tampak sepi pembeli. Meski pembeli sepi, pedagang tetap menyiapkan barang dagangan serta menanggung biaya operasional setiap hari, termasuk sewa tempat, listrik, transportasi, dan risiko barang tidak terjual.
“Kalau pembeli sepi, otomatis pendapatan juga ikut turun. Kami tetap berjualan karena ini sumber penghasilan kami,” ujar seorang pedagang.
Penurunan aktivitas pasar turut berdampak pada jasa parkir dan pelaku UMKM di sekitar kawasan tersebut. Pedagang makanan, penjual kebutuhan harian, serta pengemudi angkutan mengaku ikut merasakan berkurangnya transaksi. Sebagian pedagang memilih mengurangi jumlah stok untuk menekan kerugian, sementara pedagang komoditas segar menghadapi risiko barang cepat rusak.
Pengelola pasar menyatakan kondisi kunjungan dipengaruhi oleh perubahan pola belanja masyarakat, persaingan dengan pusat perbelanjaan dan perdagangan daring, serta kenyamanan kawasan pasar. Pengelola berencana mengevaluasi kebersihan, penataan kios, akses masuk, dan pengelolaan parkir agar pengunjung merasa lebih nyaman.
Pemerintah Kabupaten Jombang diharapkan memberikan dukungan melalui promosi pasar rakyat, penyelenggaraan kegiatan masyarakat, serta pembenahan fasilitas umum. Data jumlah pengunjung dan omzet pedagang juga dinilai penting untuk menjadi dasar evaluasi kebijakan, sehingga program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Langkah yang diusulkan meliputi promosi, penyelenggaraan kegiatan masyarakat, penataan lingkungan, peningkatan kebersihan dan kenyamanan, kemudahan akses, serta pengelolaan parkir. Pedagang juga berharap adanya pendampingan usaha, pelatihan pemasaran digital, dan program yang mendorong masyarakat berbelanja di pasar tradisional.
Pedagang berharap kunjungan masyarakat kembali meningkat agar Pasar Legi tetap berfungsi sebagai salah satu pusat perekonomian Jombang.













