Kesatria Jawa Bersatu Gelar Wisata Kebangsaan ke Jogja, Ketua Umum Ahmad Wibisono SH Tegaskan Semangat Persaudaraan dan Persatuan Nusantara

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CyberTNI.id | Yogyakarta – Semangat persaudaraan, kekompakan, dan loyalitas keluarga besar organisasi Kesatria Jawa Bersatu terlihat begitu kuat dalam kegiatan wisata bersama yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026, menuju destinasi wisata Pantai Drini dan kawasan bersejarah Candi Prambanan, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi momen bersejarah sekaligus tonggak awal perjalanan organisasi setelah resmi memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor AHU-0001769.AH.01.07.TAHUN 2026.

Kegiatan wisata kebersamaan ini diikuti kurang lebih 135 anggota dari berbagai daerah, khususnya dari keluarga besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesatria Jawa Bersatu. Hadir langsung dalam rombongan tersebut Ketua Umum Kesatria Jawa Bersatu, Ahmad Wibisono SH, beserta istri dan anak-anaknya yang turut membaur bersama seluruh anggota tanpa sekat maupun perbedaan.

Suasana penuh keakraban terlihat sejak keberangkatan hingga kegiatan berlangsung. Gelak tawa, kebersamaan, serta rasa persaudaraan tampak menjadi warna utama perjalanan organisasi yang baru berdiri tersebut. Tidak sedikit anggota yang mengaku bangga dapat menjadi bagian dari organisasi yang mengedepankan solidaritas, budaya Jawa, dan persatuan bangsa.

Saat diwawancarai awak media CyberTNI.id, Ketua Umum Ahmad Wibisono SH menegaskan bahwa kegiatan wisata bersama ini bukan sekadar perjalanan rekreasi biasa, melainkan bentuk nyata membangun kekuatan emosional dan persaudaraan antaranggota.

Menurutnya, organisasi tidak akan pernah besar apabila hanya dibangun melalui struktur dan administrasi semata. Sebuah organisasi harus dibangun dengan rasa memiliki, rasa persaudaraan, dan loyalitas yang kuat antarsesama anggota.

“Setelah organisasi ini resmi terbentuk dan mendapatkan legalitas dari Kemenkumham, kami ingin menunjukkan bahwa Kesatria Jawa Bersatu hadir bukan hanya sebagai organisasi biasa, tetapi sebagai rumah besar persaudaraan. Wisata bersama ini adalah simbol bahwa kami ingin seluruh anggota saling mengenal, saling menjaga, dan saling menguatkan,” tegas Ahmad Wibisono SH.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat organisasi akan bergerak cepat melakukan pembentukan kepengurusan sekaligus pengukuhan para pengurus wilayah di seluruh Indonesia. Menurutnya, antusias masyarakat untuk bergabung sangat luar biasa, khususnya di Pulau Jawa.

Kesatria Jawa Bersatu sendiri terbilang organisasi baru, namun perkembangan dan pertumbuhan anggotanya dinilai sangat pesat. Dalam waktu singkat, organisasi tersebut telah memiliki jaringan anggota di berbagai daerah dengan semangat yang sama, yakni menjaga persatuan, budaya, kehormatan, dan solidaritas masyarakat Jawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ahmad Wibisono SH kemudian memaparkan makna mendalam dari nama organisasi yang dipimpinnya. Ia menjelaskan bahwa kata “Kesatria” bukan sekadar simbol keberanian, melainkan gambaran manusia yang memiliki jiwa luhur, bertanggung jawab, menjunjung tinggi kehormatan, berani membela kebenaran, serta mampu menjaga amanah dan persaudaraan.

Baca Juga:  Erika Dwi Artamea: Sang Bunga Dangdut Muda dari Jombang yang Bersiap Menghiasi Panggung Negeri

Sementara kata “Jawa Bersatu” menurutnya bukan hanya identitas suku atau budaya semata, melainkan filosofi penyatuan hati, pikiran, dan tujuan demi menjaga kerukunan dan kekuatan bangsa.

“Kesatria Jawa Bersatu bukan organisasi yang dibangun untuk perpecahan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, dan bukan untuk mencari musuh. Organisasi ini hadir untuk menyatukan saudara-saudara kita, menjaga budaya, menjaga marwah, serta mempererat persaudaraan dari berbagai daerah di Indonesia,” paparnya.

Lebih jauh, Ahmad Wibisono SH juga menegaskan makna slogan organisasi yang kini mulai dikenal luas masyarakat, yakni:

“Siji Warongko Ojo Nganti Belah Pisah”

Menurutnya, slogan tersebut memiliki filosofi Jawa yang sangat dalam dan kuat. “Siji Warongko” berarti satu wadah, satu tempat, satu ikatan persaudaraan. Sedangkan “Ojo Nganti Belah Pisah” memiliki arti jangan sampai tercerai-berai, jangan sampai terpecah karena ego, kepentingan, maupun perbedaan.

Ia menilai, di tengah situasi sosial masyarakat saat ini yang mudah terpecah karena perbedaan pandangan dan kepentingan, organisasi harus hadir menjadi perekat persatuan.

“Kami ingin seluruh anggota memahami bahwa dalam satu wadah ini kita adalah saudara. Tidak boleh saling menjatuhkan, tidak boleh saling memecah belah. Sekali sudah masuk dalam keluarga besar Kesatria Jawa Bersatu, maka kita wajib menjaga persaudaraan sampai kapan pun. Itulah makna dari siji warongko ojo nganti belah pisah,” ujar Ahmad Wibisono SH dengan penuh semangat.

Kegiatan wisata tersebut juga menjadi bukti bahwa organisasi yang baru lahir ini mulai menunjukkan soliditas dan kekuatan internal yang kuat. Banyak anggota berharap Kesatria Jawa Bersatu mampu menjadi organisasi yang besar, bermartabat, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Di Pantai Drini, seluruh anggota tampak menikmati suasana kebersamaan sambil menggelar berbagai kegiatan santai dan ramah tamah. Sementara di kawasan Candi Prambanan, rombongan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat nilai budaya dan sejarah Nusantara sebagai bagian dari identitas organisasi.

Kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi pesan kuat bahwa Kesatria Jawa Bersatu tidak hanya membangun organisasi secara administratif, namun juga membangun ikatan hati dan persaudaraan antaranggotanya.

Dengan semangat persatuan yang terus digaungkan, Kesatria Jawa Bersatu kini mulai menatap langkah besar menuju pembentukan jaringan kepengurusan nasional. Organisasi tersebut optimistis dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya, solidaritas, dan kehormatan dalam bingkai NKRI.

“Siji Warongko Ojo Nganti Belah Pisah” bukan sekadar slogan, melainkan sumpah persaudaraan yang kini mulai tertanam kuat di hati seluruh anggota Kesatria Jawa Bersatu.

 

Pimum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FASILITAS BAK APARTEMEN DI LAPAS CIBINONG DISOROT, PUBLIK PERTANYAKAN: HUKUMAN ATAU KENYAMANAN?
Keadilan yang Terbentur di Meja Polisi, Kisah Penjual Kopi Korban Premanisme di Jalan HR. Muhammad
Truk Merah Putih di Timbangan Pabrik Gula Jombang Dipertanyakan
Erika Dwi Artamea: Sang Bunga Dangdut Muda dari Jombang yang Bersiap Menghiasi Panggung Negeri
Proyek Jalan Kemuning Jombang Senilai Rp1,16 Miliar Disorot, Publik Minta Transparansi
TKD WAGE DALAM SOROTAN — PEMERINTAH SIDOARJO JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK DIAM
Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:20 WIB

FASILITAS BAK APARTEMEN DI LAPAS CIBINONG DISOROT, PUBLIK PERTANYAKAN: HUKUMAN ATAU KENYAMANAN?

Kamis, 24 September 2026 - 02:22 WIB

Keadilan yang Terbentur di Meja Polisi, Kisah Penjual Kopi Korban Premanisme di Jalan HR. Muhammad

Rabu, 23 September 2026 - 11:29 WIB

Truk Merah Putih di Timbangan Pabrik Gula Jombang Dipertanyakan

Rabu, 23 September 2026 - 09:55 WIB

Erika Dwi Artamea: Sang Bunga Dangdut Muda dari Jombang yang Bersiap Menghiasi Panggung Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 05:27 WIB

Proyek Jalan Kemuning Jombang Senilai Rp1,16 Miliar Disorot, Publik Minta Transparansi

Berita Terbaru