Beritaintelijennegara.id | JOMBANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, meneguhkan ideologi Pancasila, sekaligus melakukan introspeksi terhadap peran organisasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Melalui Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang, momentum tersebut diperingati dengan kegiatan Reuni Akbar, Pembinaan Wawasan Kebangsaan, dan Ngopi Bersama yang berlangsung di Pendopo 2 C56, Jalan Anjasmoro, Pucangrejo, Kecamatan Wonosalam, Minggu (8/11/2026).
Mengusung tema “Merawat Sejarah, Meneguhkan Ideologi, Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen seluruh kader dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang, H. M. Syarif Hidayatullah, S.T., M.M.T., yang akrab disapa Gus Sentot, hadir bersama jajaran pengurus dan anggota. Turut hadir Camat Wonosalam Yudha Asmara, S.STP., M.E., Kapolsek Wonosalam Iptu Aspio Tri Utomo, S.H., serta perwakilan Koramil 0814-17/Wonosalam, Batuud Serka Sugiyanto.
Sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
GUS SENTOT: ORGANISASI HARUS MENJADI TELADAN
Dalam sambutannya, Gus Sentot menekankan bahwa usia organisasi yang telah mencapai 67 tahun harus menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, kebesaran organisasi tidak cukup diukur dari jumlah anggota maupun atribut yang dikenakan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh kader agar senantiasa menaati aturan dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Gus Sentot juga menegaskan bahwa setiap anggota harus mampu menjaga nama baik organisasi dengan mengedepankan etika, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati.
Apabila terdapat anggota yang melakukan pelanggaran hukum, proses pertanggungjawaban harus tetap berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, seluruh kader diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Komunikasi, koordinasi, dan penyelesaian persoalan secara bijaksana harus menjadi landasan dalam mengambil setiap keputusan.
WAWASAN KEBANGSAAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER
Kegiatan juga diisi dengan pembinaan wawasan kebangsaan oleh Kabid Kesbangpol Jombang, Astika. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Nasionalisme, menurutnya, tidak cukup diwujudkan melalui slogan, melainkan harus tercermin dalam tindakan nyata, seperti menjaga toleransi, menghargai perbedaan, membantu sesama, serta menolak penyebaran informasi bohong.
Sementara itu, Kabid Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Pemuda Pancasila Jombang, Siyanto, menyampaikan bahwa kegiatan reuni akbar juga menjadi sarana memperkuat kekompakan dan kedisiplinan anggota.
Rangkaian acara turut diisi pembinaan Komando Inti (KOTI) serta materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan.
67 TAHUN PEMUDA PANCASILA, SAATNYA MEMBUKTIKAN PENGABDIAN
Peringatan HUT ke-67 ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Soliditas internal harus berjalan seiring dengan kepatuhan hukum dan kepedulian sosial. Sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat juga perlu terus diperkuat.
Pada akhirnya, kehormatan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada panjangnya perjalanan sejarah, melainkan pada bagaimana para anggotanya menjaga nilai perjuangan dan memberikan pengabdian terbaik.
Pemuda Pancasila harus hadir sebagai bagian dari solusi, menjadi mitra.
Angel Damayanti ( enjel/Yanti )
Penulis : Kunto Prasetyo













