Situs Ndalem Pojok Kediri Gelar Ruwat Agung Soekarno, Gaungkan Kembali Jati Diri Bangsa untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Kediri — Momentum bersejarah pergantian nama Sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia dari Koesno menjadi Soekarno diperingati secara khidmat melalui kegiatan budaya bertajuk *Ruwat Agung Soekarno” yang digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh pengelola Situs Ndalem Pojok bersama Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) tersebut menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, karakter, dan jati diri bangsa yang diwariskan oleh Bung Karno.

Acara dihadiri oleh Ketua Dewan Pengarah PIPJATBANG Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, para Kapolres jajaran Polda Jawa Timur eks Polwil Kediri, termasuk Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, para tokoh lintas agama, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.

Ketua Panitia Pelaksana, R.M. Kushartono, mengatakan bahwa Situs Ndalem Pojok memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan hidup Bung Karno. Di tempat inilah nama Soekarno diberikan oleh Raden Mas Mendung atas restu sesepuh agung Raden Mas Panji Somohatmojo, menggantikan nama kecilnya, Koesno.

Menurut Kushartono, Ruwat Agung Soekarno bukan sekadar kegiatan seremonial budaya, melainkan upaya membangkitkan kembali karakter dan mentalitas bangsa yang berlandaskan nilai-nilai luhur Indonesia.

“Melalui Ruwat Agung ini, kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar. Kami berharap dapat membangkitkan kembali jiwa Soekarno di dalam sanubari generasi muda demi menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mengantarkan bangsa ini sebagai Imam Perdamaian Dunia,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Doa Pangruwatan Bangsa yang dipimpin para tokoh lintas agama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kirab Jati Diri yang mengarak Tumpeng Keselamatan, prosesi Panglukatan atau penyucian patung Soekarno, peresmian monumen perubahan nama Koesno menjadi Soekarno, penandatanganan prasasti, hingga pementasan teatrikal padat lakon berjudul Kembang Jagad.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo yang juga menjabat sebagai Karobinkar SSDM Polri menyampaikan pesan kebangsaan mengenai pentingnya menghidupkan kembali Jati Diri Bangsa sebagai fondasi dalam mewujudkan cita-cita luhur Bung Karno melalui konsep Tri Sakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca Juga:  Perpisahan dan Pelepasan Santri, Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Kepuhdoko Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Menurutnya, tantangan geopolitik global saat ini menuntut setiap negara untuk memperkuat kepentingan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pengaruh asing. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemandirian ekonomi melalui semangat gotong royong nasional.

“Saat ini kita berada di tengah tarik menarik geopolitik internasional, di mana setiap negara mengutamakan kepentingan nasionalnya agar bebas dari pengaruh asing. Untuk mewujudkan kedaulatan politik, komponen bangsa Indonesia harus mau dan mampu bergotong royong mewujudkan kemandirian ekonomi terlebih dahulu,” jelasnya.

Brigjen Langgeng menilai semangat kemandirian ekonomi tersebut saat ini sejalan dengan implementasi misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan swasembada pangan, energi, air, teknologi, serta hilirisasi industri nasional.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari penguatan karakter bangsa dan kesadaran untuk berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana amanat Tri Sakti Bung Karno.

Ia mengingatkan bahwa arus globalisasi dan budaya kapitalisme yang tidak terkendali dapat memunculkan berbagai penyakit sosial seperti keserakahan, iri hati, kedengkian, dan lunturnya semangat kebersamaan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi merusak moral, budaya, hukum, bahkan ketahanan nasional.

“Kita sedang menghadapi dampak negatif globalisasi yang tanpa disadari menyuburkan berbagai penyakit sosial. Solusinya adalah kembali kepada jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Mengambil filosofi dari lagu kebangsaan Indonesia Raya, Brigjen Langgeng menekankan pentingnya makna “Bangun dan Membangun”, yakni membangun jiwa sekaligus membangun raga bangsa Indonesia. Membangun jiwa berarti memperkuat karakter, moral, dan daya tahan budaya bangsa, sementara membangun raga diwujudkan melalui pembangunan di berbagai sektor kehidupan.

Menurutnya, semangat gotong royong yang berakar pada kebudayaan Indonesia menjadi modal utama dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kembali kepada jati diri bangsa adalah kunci utama. Dengan kebudayaan yang berkepribadian, ekonomi yang berdikari melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta politik yang berdaulat, Indonesia akan siap melangkah menjadi mercusuar dan imam perdamaian dunia yang abadi,” pungkas Brigjen Langgeng.

Melalui Ruwat Agung Soekarno, Situs Ndalem Pojok tidak hanya menghidupkan kembali memori sejarah perjalanan Sang Proklamator, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Aura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Purnawirawan Legowo Salurkan Dana Sosial kepada Ahli Waris Almarhum Serka Suroto
Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda UNWAHA Jombang, Dorong 600 Sarjana Berani Hadapi Tantangan Kehidupan
Siapakah Sosok Tokoh Senior dan Kawakan Yoshua Rivaldo, S.H., S.K.M., M.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX SekJend V DPP FERADI WPI
Bukan Sekadar Raih Gelar, Wisuda UNWAHA Jombang 2026 Dorong Sarjana Muda Ciptakan Karya dan Lapangan Kerja
Geger Desa Latsari! Dugaan Manipulasi Jual Beli Tanah Seret Nama Perangkat Desa, Keluarga Siap Tempuh Jalur Hukum
Kasus Dugaan Malpraktik Salsa, Ketua LBH Cakra Muhtadin Soroti Potensi Pidana dan Perlindungan Konsumen
KETUA UMUM KESATRIA JAWA BERSATU APRESIASI PENGUKUHAN PENGURUS DPC BLORA: “SATU KOMANDO, SATU KEHORMATAN”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Purnawirawan Legowo Salurkan Dana Sosial kepada Ahli Waris Almarhum Serka Suroto

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:46 WIB

Moment HUT TNI ke-81, Kapolres Jombang Beri Kejutan kepada Kodim 0814, Sat Radar 405 Ploso dan Subdenpom Jombang

Senin, 5 Oktober 2026 - 04:06 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Wisuda UNWAHA Jombang, Dorong 600 Sarjana Berani Hadapi Tantangan Kehidupan

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Bukan Sekadar Raih Gelar, Wisuda UNWAHA Jombang 2026 Dorong Sarjana Muda Ciptakan Karya dan Lapangan Kerja

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Geger Desa Latsari! Dugaan Manipulasi Jual Beli Tanah Seret Nama Perangkat Desa, Keluarga Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru