TKD WAGE DALAM SOROTAN — PEMERINTAH SIDOARJO JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK DIAM

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo || BeritaIntelijenNegara.id – Polemik Tanah Kas Desa (TKD) Wage yang dikaitkan dengan kawasan Grand Aloha Regency kembali menjadi perhatian masyarakat.

Pemanggilan Bapak Sunarto, warga Wage, oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo pada Selasa, 22 September 2026, menjadi momentum yang semestinya tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Kini masyarakat menunggu satu hal yang sangat sederhana:
KEJELASAN.

Bukan saling lempar tanggung jawab.
Bukan jawaban normatif.

Bukan pula sikap diam seolah persoalan ini tidak pernah ada.

KEPADA SELURUH JAJARAN PEMERINTAH SIDOARJO: JANGAN DIAM!

Mulai dari Pemerintah Desa Wage, Kecamatan Taman, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Inspektorat, hingga instansi dan aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan, publik berhak mendapatkan penjelasan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Jika status tanah tersebut memang TKD, masyarakat berhak mengetahui bagaimana sejarah statusnya, bagaimana proses pemanfaatannya, siapa yang berwenang mengambil keputusan, dokumen apa yang menjadi dasar, serta bagaimana seluruh proses tersebut dipertanggungjawabkan.

Jika seluruh proses ternyata telah sesuai ketentuan, jelaskan secara terbuka dan tunjukkan dasar hukumnya.

Sebaliknya, apabila dalam pemeriksaan ditemukan persoalan, biarkan proses hukum berjalan berdasarkan bukti, dokumen dan ketentuan yang berlaku.

JANGAN MENUNGGU WARGA BERTERIAK LEBIH KERAS

Pemerintah seharusnya hadir ketika masyarakat menyampaikan pertanyaan.

Bukan menunggu persoalan menjadi viral.

Bukan menunggu media ramai.
Bukan menunggu tekanan publik semakin besar.

Apakah masyarakat harus viral terlebih dahulu agar persoalannya didengar?
Pertanyaan inilah yang kini layak dijawab oleh para pejabat yang memiliki kewenangan.

Sebab persoalan aset desa bukan persoalan pribadi. Ketika aset desa dipertanyakan, maka yang dipertaruhkan adalah transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

JANGAN ADA KESAN “TIDAK TAHU”
Kalau memang mengetahui, katakan apa yang diketahui.

Kalau tidak mengetahui, katakan tidak mengetahui.

Kalau memiliki dokumen, buka dan jelaskan sesuai kewenangan.

Kalau harus diperiksa, periksa secara menyeluruh.

Baca Juga:  Panglima TNI : Penugasan Misi Perdamaian Dunia Bukan Hanya Menjaga Citra TNI Tetapi Juga Harumnya Negara Indonesia

Yang tidak boleh adalah ketika masyarakat bertanya tentang persoalan yang menyangkut kepentingan publik, sementara pihak-pihak yang berwenang justru saling menunggu dan memilih diam.

Jangan sampai birokrasi berubah menjadi tembok yang membuat masyarakat sulit mendapatkan kebenaran.

KEJARI SIDOARJO JUGA DITUNGGU PUBLIK
Pemanggilan Sunarto tentu merupakan bagian dari proses yang harus dihormati.

Namun masyarakat tentu berharap persoalan ini tidak berhenti pada pemeriksaan satu-dua orang.

Jika memang ada persoalan hukum, masyarakat berharap seluruh rangkaian fakta dan dokumen yang relevan dapat ditelusuri secara profesional.

Siapa yang membuat keputusan?

Atas dasar apa keputusan dibuat?

Bagaimana proses administrasinya?

Bagaimana status aset tersebut tercatat?

Dan apakah seluruh prosesnya telah sesuai ketentuan?

Itulah pertanyaan yang seharusnya dijawab dengan dokumen, bukan spekulasi.

PESAN KERAS UNTUK PEMERINTAH SIDOARJO
Jangan takut pada pertanyaan masyarakat.

Kalau semuanya benar, keterbukaan justru akan membersihkan nama siapa pun yang selama ini menjadi sorotan.

Kalau ada kesalahan administrasi, perbaiki.

Kalau ada persoalan hukum, proses sesuai aturan.

Kalau tidak ada pelanggaran, jelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Tetapi jangan biarkan masyarakat terus bertanya sementara pemerintah hanya diam.

TKD adalah persoalan publik.

Kepentingan masyarakat harus dijaga.
Dan setiap keputusan yang menyangkut aset desa harus dapat dipertanggungjawabkan.

Kini masyarakat Wage dan publik Sidoarjo menunggu.

Bukan sensasi.
Bukan tudingan.
Bukan drama.

Yang ditunggu adalah KEBENARAN berdasarkan FAKTA dan DOKUMEN.

Dan kepada seluruh pejabat yang memiliki kewenangan:

Jangan pura-pura tidak tahu.

Jangan pura-pura tidak mendengar.

Jangan menunggu persoalan ini hilang ditelan waktu.

Jika memang ada dasar yang benar, buka dan jelaskan.

Jika ada persoalan, proses.

Sebab masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan aset yang dipersoalkan.

WARGA BERTANYA.

PUBLIK MENUNGGU.

PEMERINTAH WAJIB MENJELASKAN SESUAI KEWENANGANNYA.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Sunarto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla
Sasar Warung Angkringan, Patroli Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Jombang Amankan Ratusan Botol Miras serta Motor Modifikasi
Sambut Danrem Baru, Prajurit Korem 073/Makutarama Teguhkan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan
PINJAMAN Rp500 RIBU DIMINTA KEMBALI Rp900 RIBU, NASABAH MENGAKU TERINTIMIDASI, KLAIM BEKINGAN POLDA DISOROT
PINJAMAN Rp500 RIBU DITAGIH Rp900 RIBU! DIDUGA RENTENIR DI JOMBANG INTIMIDASI NASABAH, AWAK MEDIA MALAH DITANTANG
Waspada Penipuan Pendaftaran TNI AD , Babinsa Koramil Bisel Beri Peringatan Penting kepada Warga Usapinonot
Babinsa Kodim 1425/Jeneponto Pantau Sarana dan Prasarana KDKMP, Menjaga Aset Ekonomi Desa Tetap Aman
Program TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias, Pembukaan Badan Jalan Sepanjang 1.000 Meter Rampung 100 Persen
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:56 WIB

Danrem Erwin Jabat Danup Pemakaman Sertu Heri, Prajurit TNI AD yang Gugur dalam Misi Karhutla

Sabtu, 7 November 2026 - 09:34 WIB

Sasar Warung Angkringan, Patroli Gabungan TNI-Polri dan Pemkab Jombang Amankan Ratusan Botol Miras serta Motor Modifikasi

Sabtu, 7 November 2026 - 09:26 WIB

Sambut Danrem Baru, Prajurit Korem 073/Makutarama Teguhkan Semangat Pengabdian dan Kebersamaan

Sabtu, 7 November 2026 - 07:38 WIB

PINJAMAN Rp500 RIBU DIMINTA KEMBALI Rp900 RIBU, NASABAH MENGAKU TERINTIMIDASI, KLAIM BEKINGAN POLDA DISOROT

Jumat, 6 November 2026 - 23:39 WIB

PINJAMAN Rp500 RIBU DITAGIH Rp900 RIBU! DIDUGA RENTENIR DI JOMBANG INTIMIDASI NASABAH, AWAK MEDIA MALAH DITANTANG

Berita Terbaru