Beton Tampak Kasar dan Tidak Rapi, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan — Pemerintah Diminta Turun Tangan
NGANJUK — BeritaIntelijenNegara.id ||Pelaksanaan program revitalisasi SMP Negeri 5 Kertosono, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan setelah kondisi pekerjaan konstruksi di lokasi dinilai menunjukkan sejumlah kejanggalan secara visual, khususnya pada pekerjaan pengecoran beton.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu, 9 September 2026, terlihat sejumlah bagian struktur beton yang permukaannya tampak kasar, tidak rata dan pengerjaannya terlihat kurang rapi. Pada beberapa titik, hasil pengecoran juga memperlihatkan tekstur beton yang tidak seragam serta sambungan antarbagian struktur yang patut mendapat perhatian.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai standar mutu pekerjaan konstruksi dalam proyek revitalisasi satuan pendidikan yang menggunakan anggaran pemerintah.
Terlebih, papan informasi proyek menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada SMP Negeri 5 Kertosono, dengan jumlah dana bantuan Rp929.550.895,00, waktu pelaksanaan 150 hari, sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026, dan batas akhir pelaksanaan 31 Desember 2026.
Rp929 JUTA BUKAN ANGKA KECIL
Nilai anggaran hampir Rp1 miliar tentu bukan angka kecil. Karena itu, setiap pekerjaan yang menggunakan uang negara semestinya dilaksanakan dengan mengedepankan mutu, spesifikasi teknis, keselamatan konstruksi, serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.
Persoalannya bukan sekadar apakah bangunan tersebut nantinya terlihat berdiri atau tidak.
Yang jauh lebih penting adalah apakah kualitas material dan metode pelaksanaannya benar-benar sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Jika secara kasatmata hasil pengecoran terlihat kasar dan kurang rapi, maka kondisi tersebut semestinya tidak cukup hanya dilihat sebagai persoalan estetika. Pihak berwenang perlu memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan mutu beton, proses pengecoran, pemadatan, bekisting, pembesian, maupun metode pelaksanaan lainnya.
JANGAN SAMPAI REVITALISASI HANYA BAGUS DI PAPAN PROYEK
Program revitalisasi sekolah seharusnya menghasilkan bangunan yang aman, kuat, layak digunakan dan memiliki kualitas sesuai anggaran yang dikeluarkan negara.
Jangan sampai proyek yang secara administratif tercantum memiliki anggaran ratusan juta rupiah justru menyisakan pertanyaan ketika pekerjaan fisiknya mulai terlihat.
Karena itu, dinas terkait, pengawas pekerjaan, pihak pelaksana, serta instansi yang memiliki kewenangan pengawasan perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pekerjaan tersebut.
Apabila diperlukan, pemeriksaan teknis dapat dilakukan untuk memastikan kualitas konstruksi, termasuk melalui pengujian mutu beton dan pemeriksaan kesesuaian pekerjaan terhadap gambar serta spesifikasi teknis.
APAKAH SUDAH SESUAI SPESIFIKASI?
Pertanyaan yang kini patut dijawab adalah:
Apakah pekerjaan pengecoran beton tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan?
Apakah mutu beton yang digunakan sesuai dengan persyaratan?
Bagaimana proses pengawasan selama pengecoran berlangsung?
Siapa konsultan/pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan mutu pekerjaan?
Dan yang tidak kalah penting:
Apakah seluruh pekerjaan yang dibiayai hampir Rp929,6 juta tersebut benar-benar memberikan kualitas bangunan yang sebanding dengan uang negara yang digunakan?
Media ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran atau penyimpangan hanya berdasarkan tampilan visual. Namun, kondisi di lapangan tersebut layak menjadi perhatian dan perlu diverifikasi secara teknis oleh pihak yang berkompeten.
Pemerintah diharapkan tidak menunggu sampai pekerjaan selesai untuk melakukan pemeriksaan. Jika sejak tahap pelaksanaan ditemukan pekerjaan yang diragukan mutunya, pemeriksaan seharusnya dilakukan sedini mungkin agar dapat diperbaiki sebelum menjadi persoalan yang lebih besar.
Uang negara adalah uang rakyat.
Revitalisasi sekolah harus menghasilkan bangunan yang benar-benar berkualitas, bukan sekadar selesai dikerjakan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Investigasi - tim













