NGANJUK — BeritaIntelijenNegara.id || Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 4 Tirtobinangun, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan tajam. Proyek bernilai ratusan juta rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini diduga dikerjakan secara asal-asalan dan mengabaikan standar teknis konstruksi.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu, 9 September 2026, pelaksanaan pekerjaan fisik di sekolah tersebut memperlihatkan pemandangan yang mengkhawatirkan. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib diterapkan dalam setiap proyek konstruksi tampak diabaikan sepenuhnya oleh para pekerja. Para pekerja terlihat beraktivitas di atas perancah (skorelling) tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) dasar seperti helm keselamatan (safety helmet) maupun rompi pengaman, yang tentu saja mengancam keselamatan jiwa mereka.

Selain persoalan K3 yang diabaikan, kualitas struktur bangunan juga menjadi tanda tanya besar. Hasil pengecoran beton pada struktur bangunan terlihat sangat buruk; struktur cor beton tampak berlubang-lubang (honeycomb), permukaannya tidak rata, bahkan kerangka besi tulangan terlihat menyembul keluar akibat buruknya adukan dan pencetakan. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan teknis dalam pelaksanaan proyek.
Ironisnya, terpampang jelas pada papan informasi proyek bahwa program revitalisasi dengan pagu dana sebesar Rp665.194.000 dan waktu pelaksanaan selama 150 hari ini diklaim didampingi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk. Dengan adanya pendampingan hukum tersebut, publik tentu berharap pengerjaan proyek bisa berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, bukan malah sebaliknya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana swakelola P2SP maupun pihak terkait di SD Negeri 4 Tirtobinangun belum dapat dikonfirmasi. Masyarakat dan wali murid mendesak pihak Dinas Pendidikan serta instansi berwenang segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengevaluasi kualitas bangunan demi keamanan para siswa kedepannya.













