Dugaan Pengeroyokan Dua Jurnalis Yang Sedang Liputan di Mapolda Sumsel, AWPI: Dewan PERS Ingatkan UU Pers No.40/1999 Untuk Dilaksanakan Oleh Pihak Kepolisian  

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Palembang  — Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Sumatera Selatan mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel untuk segera mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap dua jurnalis yang terjadi saat meliput aksi demonstrasi di Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).

 

Ketua Harian AWPI Sumsel, *Jhony Antony*, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan pelanggaran serius terhadap *Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers*.tegasnya saat dikonfimasi oleh tim awak media

 

“Kami dari AWPI Sumsel mendesak Kapolda Sumsel turun tangan langsung. Jangan biarkan kekerasan membungkam kerja jurnalistik. Kami juga meminta Dewan Pers turun tangan mengawal kasus ini,” tegas Jhony, Rabu (14/10/2026).

 

Menurut Jhony, kedua korban yakni *Rahmat Kurniawan (Tribun Sumsel)* dan *Mulyadi (Pal TV)* adalah wartawan yang dilindungi undang-undangvdalam rangka tugas jurnalistiknya.

 

Hal ini sesuai dengan:

*Pasal 8 UU Pers No.40/1999:*

Baca Juga:  Rakyat Jombang Menggugat PT JPN, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Pembatasan Peliputan Wartawan

_Wartawan mempunyai perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya._

*Pasal 4 ayat (3) UU Pers No.40/1999:*

_Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi._

*Pasal 18 ayat (1) UU Pers No.40/1999:*

_Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500 juta._

 

AWPI Sumsel menilai, dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang berpakaian hitam saat meliput demo adalah bentuk menghalang-halangi kerja pers.

Sementara itu, Dewan Pers dalam beberapa pernyataannya menegaskan bahwa setiap kasus kekerasan terhadap wartawan harus diproses tidak hanya dengan KUHP, tapi juga dengan memperhatikan UU Pers No.40/1999 sebagai lex specialis.

 

“Dewan Pers selalu mengingatkan, kekerasan terhadap wartawan adalah ancaman terhadap demokrasi. Aparat harus transparan,” tambah Jhony mengutip prinsip Dewan Pers.

AWPI Sumsel berharap Propam dan Ditreskrimum Polda Sumsel bekerja profesional dan terbuka kepada masyarakat.

Sementara itu praktisi hukum ditemui di rumah nya Adv Dikdik Sodikin SH dari LBH CAKRA MUHTADIN sangat mengecam kejadian tersebut, karena dugaan selama ini bahwa UU Pers No 40 tahun 1999 belum tersosialisasikan dengan baik, tindak tegas pelaku dugaan pengeroyokan sehingga tidak akan terjadi lagi para jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya ada intimidasi pengancaman apalagi pengeroyokan. Jelasnya

 

H Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

POLDA Jatim GEREBEK Gudang Diduga Milik Penimbun SOLAR BerSubsidi di KEDIRI, Sembilan ARMADA Angkut Modifikasi DIAMANKAN
MOHON BANTUAN INFORMASI – KELUARGA MENCARI SITI NUR AZIZAH PERGI TANPA PAMIT (26)
MIRIS! JALAN PENGHUBUNG DUSUN TAMENG–DUSUN POHAT RUSAK PARAH, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN
SRIKANDI DEMOKRAT JOMBANG GELAR BAKSOS DI DENANYAR, WARGA KARANGTIMONGO
Ketum GRIB Jaya Hercules terseret kasus Suap di Lingkungan ATR / BPN
BAZNAS Ciamis Siap Bangun 15 Kampung Zakat Hasil Paripurna” di Rakornas BAZNAS 2026
Diduga Beroperasi Tanpa Kejelasan Perizinan, Galian C di Dusun Keden Jombang Jadi Sorotan Warga
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130: Wujud Nyata Kemanunggalan, Satgas TMMD Dan Warga Gotong Royong Bedah RTLH Di Desa Klitih, Jombang
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:22 WIB

POLDA Jatim GEREBEK Gudang Diduga Milik Penimbun SOLAR BerSubsidi di KEDIRI, Sembilan ARMADA Angkut Modifikasi DIAMANKAN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIB

MOHON BANTUAN INFORMASI – KELUARGA MENCARI SITI NUR AZIZAH PERGI TANPA PAMIT (26)

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:27 WIB

MIRIS! JALAN PENGHUBUNG DUSUN TAMENG–DUSUN POHAT RUSAK PARAH, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

SRIKANDI DEMOKRAT JOMBANG GELAR BAKSOS DI DENANYAR, WARGA KARANGTIMONGO

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketum GRIB Jaya Hercules terseret kasus Suap di Lingkungan ATR / BPN

Berita Terbaru