KESATRIA JAWA BERSATU SOWAN KE PETILASAN PANJI ASMORO BANGUN, WARISAN LELUHUR TERABAIKAN DINAS TERKAIT

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Jombang, 25 Januari 2026 – Pimpinan Kesatria Jawa Bersatu (KJB), Ahmad Wibisono, S.H., melakukan sowan dan ziarah budaya ke Petilasan Panji Asmoro Bangun yang terletak di Desa Bogem, Kelurahan Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi penegasan sikap KJB sebagai garda terdepan penjaga sejarah, budaya, dan marwah Nusantara yang selama ini kerap terabaikan oleh negara.

Petilasan Panji Asmoro Bangun berada di pinggiran desa, jauh dari sorotan, namun menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat Jawa. Ironisnya, situs bersejarah tersebut tidak tersentuh perhatian pemerintah, baik dari tingkat desa, Dinas Pariwisata, maupun Dinas Purbakala Kabupaten Jombang.

Tempat bersejarah ini dijaga dan dirawat secara mandiri oleh Kang Mas M. Sakur, sosok sederhana yang dengan penuh dedikasi telah lebih dari empat tahun mengabdikan tenaga, waktu, dan dana pribadi untuk membangun serta merawat petilasan tersebut. Tidak ada bantuan, tidak ada anggaran, tidak ada program semua dilakoni seorang diri demi menjaga amanah leluhur.

“Ini bukan soal bangunan, tapi soal sejarah dan jati diri bangsa. Kalau bukan kita yang merawat, lalu siapa?” ungkap Kang Mas M. Sakur.
Dalam sowannya, Ahmad Wibisono, S.H., menegaskan bahwa Kesatria Jawa Bersatu tidak akan diam melihat warisan leluhur dibiarkan terlantar. Menurutnya, negara terlalu sering abai terhadap situs-situs sejarah akar rumput, namun sibuk mengklaim kebudayaan ketika sudah mendunia.

Baca Juga:  Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Dukung Kegiatan Bakti Resik Serentak Di Seririt

“Sangat memprihatinkan. Ada warga yang merawat situs leluhur dengan dana pribadi, sementara dinas-dinas yang seharusnya hadir justru diam. Ini tamparan keras bagi pemerintah daerah,” tegas Ahmad Wibisono,S.H.

KJB menilai ketidakpedulian dinas terkait sebagai bentuk pengingkaran terhadap sejarah dan budaya Nusantara. Padahal, pelestarian situs leluhur bukan sekadar kewajiban moral, melainkan amanat konstitusi dalam menjaga kebudayaan nasional.

Kesatria Jawa Bersatu secara tegas mendesak Dinas Pariwisata, Dinas Purbakala, dan pemerintah daerah Kabupaten Jombang untuk segera turun tangan, melakukan pendataan, perlindungan, dan pelestarian Petilasan Panji Asmoro Bangun secara resmi dan berkelanjutan.
“Jangan tunggu situs ini rusak atau hilang baru bergerak. Jangan biarkan pejuang budaya berjalan sendirian,” tambahnya.

KJB menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan menjaga sejarah Nusantara, serta akan mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari dinas terkait. Sejarah tidak boleh dikubur oleh kelalaian birokrasi, dan perjuangan Kang Mas M. Sakur adalah cermin keteladanan yang seharusnya dijadikan contoh, bukan diabaikan.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBH FERADI WPI SITUBONDO: MASYARAKAT JANGAN MUDAH PERCAYA TULISAN “BARANG HILANG BUKAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PARKIR”
Situs Ndalem Pojok Kediri Gelar Ruwat Agung Soekarno, Gaungkan Kembali Jati Diri Bangsa untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Pengukuhan DPC Jurnalis Terate Indonesia Cabang Jombang Perkuat Sinergi Organisasi dan Profesionalisme Insan Pers
Polsek Jogoroto Pantau Pertumbuhan Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
DAMAI DALAM MEDIASI, FAKTA BARU MUNCUL: PELAKU USAHA MENGAKU RUGI HINGGA RP40 JUTA, DUGAAN MENYERET OKNUM ORGANISASI
Operasi Tes Urin di Titik-titik vital Pintu Masuk Pelabuhan Jamrud, Satreskoba KP3 Amankan 5 Orang Positif Narkoba dan Sita 6 Dus Rokok Ilegal
Tim Hukum FERADI WPI DPC Kota Semarang, Sukindar dan Donny Andretti, Dampingi Ning Yetty Semarang Upayakan Gugatan Pembatalan Lelang
YAYASAN BELA NEGARA BARRATA BARISAN RAKYAT TANAH AIR SIAP KAWAL DUGAAN KASUS PENGEROYOKAN WARTAWAN HINGGA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:13 WIB

PBH FERADI WPI SITUBONDO: MASYARAKAT JANGAN MUDAH PERCAYA TULISAN “BARANG HILANG BUKAN TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PARKIR”

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:32 WIB

Situs Ndalem Pojok Kediri Gelar Ruwat Agung Soekarno, Gaungkan Kembali Jati Diri Bangsa untuk Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:26 WIB

Pengukuhan DPC Jurnalis Terate Indonesia Cabang Jombang Perkuat Sinergi Organisasi dan Profesionalisme Insan Pers

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:48 WIB

Polsek Jogoroto Pantau Pertumbuhan Jagung Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:17 WIB

DAMAI DALAM MEDIASI, FAKTA BARU MUNCUL: PELAKU USAHA MENGAKU RUGI HINGGA RP40 JUTA, DUGAAN MENYERET OKNUM ORGANISASI

Berita Terbaru