AKSI “JUMAT KERAMAT”, LSM GEMPITA DESAK POLISI USUT TUNTAS KEBAKARAN SUMUR MINYAK ILEGAL DAN COPOT KAPOLSEK KELUANG

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BeritaIntelijenNegara.id ||Sekayu – Gelombang protes terhadap lambannya penanganan kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, kian memanas. LSM GEMPITA memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran bertajuk “Jumat Keramat”.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang, dengan titik kumpul di lapangan depan Stadion Sekayu, sebelum massa bergerak menuju Mapolsek Keluang.

Koordinator aksi, Mauzan, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat atas tidak adanya kejelasan hukum dalam serangkaian kasus kebakaran sumur minyak ilegal (illegal drilling) yang terus berulang di wilayah tersebut.

“Kami melihat ada kejanggalan serius. Kebakaran terjadi berulang kali, bahkan dalam skala besar, namun hingga hari ini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan. Ini patut dipertanyakan,” tegas Mauzan.

Dalam aksi nanti, massa akan membawa berbagai atribut seperti mobil komando, spanduk, pengeras suara (toa), keranda mayat, serta ban bekas sebagai simbol matinya penegakan hukum. Aksi pembakaran ban di depan Mapolsek Keluang juga direncanakan sebagai bentuk protes keras terhadap kinerja aparat.

Tak hanya menuntut pengusutan kasus, massa juga secara terbuka mendesak pencopotan Kapolsek Keluang yang dinilai gagal menjalankan tugas.

“Copot Kapolsek Keluang. Jika tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, sebaiknya mundur secara terhormat. Selama menjabat, selalu terjadi kebakaran besar akibat aktivitas minyak ilegal,” ujarnya.

Baca Juga:  Kontroversi Pelantikan Perangkat Desa Semen Paron: Media dan LSM Kecewa, Sangu Rp50 Ribu Dikembalikan

Adapun tuntutan utama dalam aksi tersebut meliputi:

Mendesak pencopotan Kapolsek Keluang karena dinilai tidak mampu menangani persoalan

Menuntut pengungkapan perkembangan penyelidikan dan penyidikan secara transparan

Meminta penjelasan atas kendala yang menghambat penetapan tersangka

Mendesak penindakan tegas terhadap pelaku, termasuk pemodal dan aktor besar di balik praktik illegal drilling

Menuntut komitmen aparat penegak hukum untuk bekerja profesional tanpa tebang pilih

Aksi ini dipicu oleh sejumlah insiden kebakaran sumur minyak ilegal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, yakni:

18 Februari 2026

9 Maret 2026

14 Maret 2026

31 Maret 2026

Dari rangkaian kejadian tersebut, hanya kasus kebakaran pada 31 Maret 2026 yang ditangani oleh Polda Sumatera Selatan, sementara tiga kasus sebelumnya hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Insiden-insiden menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.

Massa menilai, jika kasus ini terus dibiarkan tanpa kejelasan hukum, maka kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan runtuh.

“Kepercayaan masyarakat sudah di titik nadir. Jika tidak ada tindakan nyata, maka wajar publik menduga ada pihak-pihak yang dilindungi. Ini bukan hanya soal kebakaran, ini soal keadilan,” tegas Mauzan.

Aksi “Jumat Keramat” ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 100 orang atau lebih. Meski mengusung tekanan keras, massa menyatakan aksi akan tetap dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
(Tim/Y2n)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: LSM GEMPITA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.
Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang
TEBUSAN Rp50 JUTA DIDUGA JADI SYARAT TUTUP KASUS SABU 28 GRAM, ADA APA DI POLSEK PETERONGAN?”
Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”
Basriyanto SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Sosok Tegas & Pemberani Berhati Lembut, Tangannya Senantiasa Terulur Bagi Pencari Keadilan Yang Kurang Mampu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:05 WIB

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan

Senin, 21 September 2026 - 22:35 WIB

Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI

Minggu, 20 September 2026 - 13:27 WIB

Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang

Berita Terbaru