Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Situbondo, 30 Juli 2026 – Ketua Umum Gerakan Nasional Transparansi Publik (GNTP), RASYIDI,.C,PM,C,LOP, ( Didik Castielo )menegaskan bahwa korupsi telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, persoalan korupsi bukan hanya soal oknum, tetapi juga berkaitan dengan sistem yang membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

“Korupsi telah menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Jika tidak dilakukan pembenahan secara serius, maka dampaknya akan terus dirasakan oleh masyarakat melalui melemahnya pelayanan publik, pembangunan yang tidak optimal, dan menurunnya kepercayaan kepada negara,” tegas Didik.

Didik menilai bahwa salah satu faktor yang sering dibicarakan dalam ruang publik adalah tingginya biaya politik dalam berbagai kontestasi, mulai dari Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/Wali Kota, Pemilihan Kepala Desa, hingga pemilihan di tingkat lingkungan. Menurutnya, ketika biaya politik sangat besar, akan muncul risiko penyalahgunaan jabatan oleh sebagian pihak yang ingin mengembalikan modal politiknya secara tidak sah.

“Fenomena politik berbiaya tinggi harus menjadi perhatian bersama. Jika proses demokrasi dipengaruhi praktik politik uang, maka akan muncul risiko penyalahgunaan kewenangan setelah seseorang terpilih. Inilah yang harus diputus agar demokrasi menghasilkan pemimpin yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan kepada kepentingan pengembalian modal politik,” ujarnya.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 16/Panei Tonga Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H Di Panei Tonga

GNTP juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi menganggap praktik politik uang sebagai hal yang wajar. Menurut Didik, perubahan tidak hanya bergantung pada penegak hukum, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin berdasarkan integritas, kapasitas, dan rekam jejak.

“Selama masih ada pihak yang menawarkan uang untuk memperoleh jabatan dan ada yang menerimanya sebagai hal biasa, maka ruang terjadinya korupsi akan tetap terbuka. Perubahan harus dimulai dari seluruh elemen bangsa,” katanya.

Sebagai langkah nyata, GNTP menyatakan akan:

– Mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik uang dan korupsi.

– Mengawal transparansi penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran publik.

– Mendorong penegakan hukum yang profesional, independen, dan tanpa tebang pilih terhadap setiap dugaan tindak pidana korupsi.

– Bersinergi dengan masyarakat, media, akademisi, dan lembaga negara untuk memperkuat budaya integritas.

Didik menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya antikorupsi.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang lahir dari integritas, bukan dari transaksi. Jika mata rantai politik uang dan penyalahgunaan jabatan dapat diputus, maka cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan akan semakin dekat.”

Gerakan Nasional Transparansi Publik (GNTP) – Integrity Watch

“Mengawal Transparansi, Menegakkan Integritas, Mewujudkan Keadilan.”

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA
Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang
Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
Diduga Jaringan WiFi Ilegal Beroperasi di Dusun Sumberejo, Sejumlah Perizinan dan Legalitas Dipertanyakan
Jombang Gelar Champion Jombang X, Seleksi Atlet Menuju Kejurcab dan Kejurwil
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Kepergok Bersama Pria Lain, Oknum HRD Diduga Terlibat Insiden Kejar-kejaran hingga Dugaan Penabrakan Mobil Suami
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:33 WIB

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:53 WIB

Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:08 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru