PROYEK GORONG-GORONG MANGKRAK HAMPIR SEBULAN, WARGA RESAH: RAWAN MACET DAN KECELAKAAN DI WONOKROMO

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya,— BeritaIntelijenNegara.id – Proyek pembangunan gorong-gorong di sejumlah titik wilayah Kelurahan Wonokromo, Surabaya, dikeluhkan warga. Pekerjaan yang disebut telah terhenti hampir sebulan tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, memicu kemacetan, serta berpotensi membahayakan pengguna jalan dan pejalan kaki.

Keluhan terutama muncul di Jalan Raya Jetis Kulon RW 04, Kelurahan Wonokromo, serta Pulo Tegalsari Gang 3 dan Gang 4 RW 07. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya dikembalikan seperti semula membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas.

Salah seorang warga Jetis Kulon berinisial SR mengatakan, proyek tersebut sudah hampir satu bulan tidak kunjung diselesaikan. Menurutnya, kemacetan kerap terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja karena lokasi pekerjaan berada di sekitar pertigaan.

“Sudah hampir sebulan proyeknya belum selesai. Setiap jam kerja dan pulang kerja sering macet, apalagi posisinya tepat di pertigaan. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati,” ujar SR.

Keluhan serupa disampaikan warga Pulo Tegalsari berinisial W. Ia mengaku geram melihat pekerjaan yang berjalan lambat. Bahkan, menurutnya, kondisi jalan yang belum selesai dan belum seluruhnya dipasang paving dapat membahayakan pejalan kaki.

“Sudah sekitar sebulan berhenti. Kondisinya memprihatinkan. Ada pejalan kaki yang terperosok hingga mengalami luka atau keseleo karena jalan belum selesai,” ungkap W.

W juga mempertanyakan lambannya penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, pekerjaan gorong-gorong sebelumnya biasanya dapat diselesaikan lebih cepat.

Sementara itu, Agus Hariyanto, Ketua Ranting DPAC Kelurahan Wonokromo Partai Demokrat, meminta pemerintah dan pihak terkait segera turun ke lapangan.

Agus mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada salah seorang staf Kelurahan Wonokromo bernama Kunto. Saat ditanya mengenai proyek tersebut, Agus mengaku mendapatkan jawaban bahwa pekerjaan itu merupakan proyek skala kota Dinas PU.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

“Kalau memang benar proyek skala kota Dinas PU, tentu harus ada kejelasan mengenai progres dan target penyelesaiannya. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena pekerjaan yang berlarut-larut,” ujar Agus.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar proyek fasilitas umum dikerjakan secara profesional dan memperhatikan keselamatan masyarakat.

“Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan lebih serius. Kalau pekerjaan belum bisa diselesaikan, minimal lokasi harus diamankan dan akses bagi kendaraan maupun pejalan kaki dibuat seaman mungkin,” tegasnya.

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Lurah Wonokromo terkait keluhan warga dan status proyek tersebut hingga berita ini ditulis belum mendapatkan tanggapan.

Agus mengaku telah berupaya melakukan komunikasi, namun belum berhasil mendapatkan klarifikasi. Ia bahkan menduga nomor kontak yang digunakan untuk konfirmasi tidak dapat dihubungi atau kemungkinan telah diblokir. Dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak Kelurahan Wonokromo.

“Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan, bukan mencari kesalahan. Kalau memang proyek ini kewenangan Dinas PU, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kendala, jelaskan kepada masyarakat,” kata Agus.

Agus berharap Dinas PU maupun pihak pelaksana segera mengecek kondisi di lapangan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut, terutama demi mencegah kemacetan serta potensi kecelakaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Wonokromo, Dinas PU, dan pelaksana proyek masih diharapkan memberikan klarifikasi terkait penyebab pekerjaan terhenti, progres proyek, serta target penyelesaiannya. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.(Tim KJN)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: KJN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran
Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas
Siapakah Sosok Tokoh Senior dan Kawakan Bang Hendra Sihombing, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI
Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul
REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN
Layanan SPKT Polres Metro Jakarta Utara Mengecewakan. Harriani Bianca, S.H. Waketum FERADI WPI / Ketua LBH FERADI Menyayangkannya
The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang
MUSIBAH DI BALIK PROYEK “SILUMAN” JALAN BALI: PEKERJA TERJEPIT ALAT BERAT, DUGAAN PELANGGARAN K3 DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA DIPERTANYAKAN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas

Jumat, 11 September 2026 - 14:30 WIB

Siapakah Sosok Tokoh Senior dan Kawakan Bang Hendra Sihombing, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI

Kamis, 10 September 2026 - 17:26 WIB

Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul

Kamis, 10 September 2026 - 16:59 WIB

REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN

Berita Terbaru