Menembus Rimba Demi Harapan: Perjalanan Menuntaskan Jalan Dusun Kedungdendeng

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | JOMBANGKAB – Deru mesin motor trail memecah kesunyian hutan di Kecamatan Plandaan, Kamis (8/1/2026). Di atas kendaraan taktis tersebut, Bupati Jombang Warsubi, bersama Wakil Bupati Gus Salman, Dandim 0814 Letkol Kav. Dicky Prasojo, Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, S.H., S.I.K., M.Si, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si berkonsentrasi penuh menyusuri jalan setapak yang ekstrem. Tujuan mereka satu, menuju Dusun Kedungdendeng di Desa Jiporapah. Sebuah wilayah di tapal batas Kabupaten Jombang yang selama ini terisolasi akibat faktor geografis yang sulit ditembus.

Setibanya di pemukiman, ketegangan selama perjalanan di medan hutan seketika mencair. Rombongan disambut hangat oleh senyum tulus warga yang telah lama menanti. Tanpa sekat protokoler yang kaku, kunjungan dimulai dengan doa bersama di bawah langit Jiporapah, memohon keselamatan dan keberkahan bagi pembangunan yang sedang berjalan.

Suasana semakin akrab saat Abah Warsubi sapaan akrab Bupati duduk bersila untuk sarapan pagi bersama warga. Di sela suapan nasi, percakapan mengalir santai namun penuh makna. Warga menuturkan keluh kesah mereka. Mulai dari sulitnya mengangkut hasil bumi ke kota, hingga perjuangan saat ada warga yang sakit dan harus ditandu melalui jalan berlumpur menuju puskesmas.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoro Adi, yang turut mendampingi, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah seperti Jiporapah memerlukan strategi khusus dan sinergi yang kuat.

“Membangun infrastruktur di tapal batas seperti ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Medan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu menuntut ketahanan fisik serta teknis yang tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi melalui skema Karya Bhakti ini menjadi solusi efektif untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah tantangan geografis yang ekstrem,” ujar Bayu.

Baca Juga:  Peringatan 124 Tahun Kedatangan Raden Soekeni: Drama Sketsa Kelahir

Pemerintah Kabupaten Jombang menggandeng TNI dan Polri melalui program Karya Bhakti. Skema kolaborasi ini terbagi dalam dua fase strategis:
Tahap Awal: Pembangunan jalan sepanjang 1,2 kilometer yang kini tengah dikerjakan oleh Kodim 0814 Jombang dengan alokasi anggaran Rp2 miliar, desain beton.

Tahap Lanjutan: Kerja sama dengan Polres Jombang yang akan menyambung pengerjaan tersebut dengan alokasi anggaran yang sama, yakni Rp2 miliar.

Total investasi senilai Rp4 miliar ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah realisasi janji pemerintah untuk memutus rantai isolasi yang selama ini membelenggu warga Kedungdendeng.

Setelah sarapan, Bupati dan rombongan berjalan kaki meninjau langsung titik-titik pengerjaan jalan. Bagi warga setempat, jalan ini bukan sekadar urusan aspal dan semen. Jalan ini adalah simbol harapan, agar anak-anak mereka bisa berangkat sekolah dengan pakaian yang tetap bersih, distribusi hasil tani menjadi lebih murah, dan layanan kesehatan tak lagi terasa jauh di ujung rimba.

“Pola Karya Bhakti ini adalah bentuk kehadiran nyata Pemerintah Kabupaten Jombang. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan sekalipun dapat merasakan kemajuan yang sama dengan wilayah perkotaan,” tegas Bupati Warsubi.

Kunjungan hari itu ditutup dengan optimisme. Meski mendung menggelayut di atas perhutanan Plandaan, warga Kedungdendeng kini memiliki alasan kuat untuk tersenyum. Jalan menuju masa depan yang lebih baik sedang dibangun tepat di depan rumah mereka.

 

Angel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang
Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
Diduga Jaringan WiFi Ilegal Beroperasi di Dusun Sumberejo, Sejumlah Perizinan dan Legalitas Dipertanyakan
Jombang Gelar Champion Jombang X, Seleksi Atlet Menuju Kejurcab dan Kejurwil
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:33 WIB

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:53 WIB

Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:08 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru