Pemuda Jombang Rukun Bersatu (PJR) Lahir dari Arus Bawah, Tegaskan Komitmen Membela Rakyat Kecil

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Jombang – Di tengah derasnya arus politik yang dinilai semakin carut-marut dan menjauh dari kepentingan rakyat kecil, sekelompok pemuda di Kabupaten Jombang mendeklarasikan lahirnya sebuah wadah perjuangan baru bernama Pemuda Jombang Rukun Bersatu (PJR). Organisasi ini hadir sebagai simbol kebangkitan generasi muda yang ingin mengembalikan arah perjuangan politik dan sosial kepada kepentingan masyarakat bawah.

Pemuda Jombang Rukun Bersatu, atau yang disingkat PJR, bukan sekadar komunitas biasa. Ia lahir dari kegelisahan panjang terhadap kondisi ekonomi daerah yang dinilai semakin menguntungkan kalangan elite, sementara masyarakat kecil kian terpinggirkan. Dalam situasi tersebut, PJR memosisikan diri sebagai wadah aspirasi rakyat kecil Jombangmereka yang selama ini merasa tidak memiliki ruang dalam pengambilan kebijakan.
Gerakan ini digagas oleh tujuh pemikir yang menyebut diri mereka sebagai “7 Sekawan”.

Mereka adalah Gus Davi, Mulyo Utomo, Aan Anteb, Ahmad Wibisono, Afan, Agung Mulyanto, dan S. Adi W. Ketujuh tokoh ini berasal dari latar belakang yang beragam, namun dipersatukan oleh kegelisahan yang sama: ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin terasa di tingkat akar rumput.

Menurut para penggagasnya, lahirnya PJR merupakan bentuk konsolidasi arus bawah. “Kami lahir dari rakyat dan untuk rakyat Jombang, khususnya rakyat kecil yang selama ini kurang mendapatkan keberpihakan,” tegas salah satu penggagas dalam pernyataannya.

Mereka menilai, pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka-angka makro, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat kecil petani, pedagang kecil, buruh, dan pelaku usaha mikro.

Baca Juga:  Kapolres Jombang dan Ketua Bhayangkari Turun ke Pospam, Beri Tali Asih dan Suntik Semangat Petugas Operasi Ketupat 2026

PJR menegaskan bahwa semangat “rukun bersatu” bukan hanya slogan, melainkan prinsip dasar gerakan. Di tengah polarisasi politik yang tajam, PJR ingin menghadirkan ruang persatuan lintas golongan, suku, dan latar belakang sosial demi kepentingan bersama masyarakat Jombang.

Organisasi ini menolak praktik politik transaksional dan elitis yang dinilai semakin menjauhkan rakyat dari pusat pengambilan keputusan.

Kehadiran Pemuda Jombang Rukun Bersatu juga menjadi penanda kebangkitan generasi muda dalam menentukan arah masa depan daerah.

PJR berkomitmen untuk menjadi jembatan antara aspirasi rakyat kecil dengan pemangku kebijakan, sekaligus menjadi kekuatan kontrol sosial yang kritis dan konstruktif.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil, PJR membuka diri bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki visi serupa. Para penggagasnya menegaskan bahwa gerakan ini tidak dibangun untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan sebagai wadah kolektif perjuangan masyarakat Jombang.

Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus berubah, Pemuda Jombang Rukun Bersatu hadir membawa pesan tegas: generasi muda tidak boleh diam. Dari Jombang, sebuah gerakan arus bawah mulai menyuarakan perubahan mengajak rakyat untuk rukun, bersatu, dan memperjuangkan hak-haknya secara bermartabat.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keadilan yang Terbentur di Meja Polisi, Kisah Penjual Kopi Korban Premanisme di Jalan HR. Muhammad
Truk Merah Putih di Timbangan Pabrik Gula Jombang Dipertanyakan
Erika Dwi Artamea: Sang Bunga Dangdut Muda dari Jombang yang Bersiap Menghiasi Panggung Negeri
Proyek Jalan Kemuning Jombang Senilai Rp1,16 Miliar Disorot, Publik Minta Transparansi
TKD WAGE DALAM SOROTAN — PEMERINTAH SIDOARJO JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK DIAM
Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 02:22 WIB

Keadilan yang Terbentur di Meja Polisi, Kisah Penjual Kopi Korban Premanisme di Jalan HR. Muhammad

Rabu, 23 September 2026 - 11:29 WIB

Truk Merah Putih di Timbangan Pabrik Gula Jombang Dipertanyakan

Rabu, 23 September 2026 - 09:55 WIB

Erika Dwi Artamea: Sang Bunga Dangdut Muda dari Jombang yang Bersiap Menghiasi Panggung Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 05:27 WIB

Proyek Jalan Kemuning Jombang Senilai Rp1,16 Miliar Disorot, Publik Minta Transparansi

Rabu, 23 September 2026 - 00:33 WIB

TKD WAGE DALAM SOROTAN — PEMERINTAH SIDOARJO JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK DIAM

Berita Terbaru