Rombongan 57 Biksu Tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Doakan Gus Dur dan Tebarkan Pesan Perdamaian

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | JOMBANG – Perjalanan spiritual rombongan biksu peserta Thudong Walk for Peace memasuki salah satu titik penting di Kabupaten Jombang. Pada Selasa (19/05/2026), rombongan sebanyak 57 biksu tiba di kawasan bersejarah Pondok Pesantren Tebuireng setelah sebelumnya diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jombang.

Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan lintas agama yang membawa pesan perdamaian, toleransi, serta persaudaraan antarumat beragama.

Sebelum tiba di Tebuireng, rombongan biksu sempat melakukan persinggahan sekitar satu jam di Pendopo Kecamatan Jombang. Kehadiran para biksu menarik perhatian masyarakat sepanjang perjalanan.

Ribuan santri, pelajar, serta warga masyarakat tampak memenuhi sisi jalan. Mereka menyambut rombongan dengan penuh antusias, melambaikan tangan, memberikan salam, serta menyampaikan dukungan moral sebagai simbol harmoni sosial di Kota Santri, Jombang.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas, mencerminkan nilai toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Jombang.

Sesampainya di area Pondok Pesantren Tebuireng, rombongan disambut langsung oleh Ketua Pengurus Pondok bersama jajaran pengasuh pesantren. Penyambutan berlangsung khidmat namun penuh keakraban.

Para biksu kemudian diajak memasuki kawasan pondok untuk melaksanakan agenda spiritual, termasuk kunjungan ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, yang dikenal luas sebagai tokoh pluralisme dan perdamaian Indonesia.

Di kompleks pemakaman keluarga pesantren, seluruh rombongan biksu melaksanakan doa bersama yang dipimpin salah satu biksu senior. Doa tersebut dipanjatkan sebagai penghormatan kepada almarhum Gus Dur atas perjuangannya dalam menjaga nilai toleransi, kebebasan beragama, dan persatuan bangsa.

Baca Juga:  MUSIBAH DI BALIK PROYEK “SILUMAN” JALAN BALI: PEKERJA TERJEPIT ALAT BERAT, DUGAAN PELANGGARAN K3 DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA DIPERTANYAKAN

Momentum tersebut menjadi simbol kuat dialog lintas iman, di mana nilai kemanusiaan ditempatkan di atas segala perbedaan keyakinan.

Sejumlah santri dan pengunjung yang berada di lokasi tampak menyaksikan dengan penuh khidmat prosesi doa tersebut.

Setelah rangkaian kegiatan spiritual, pihak Pondok Pesantren Tebuireng memberikan jamuan makan siang kepada seluruh rombongan. Para biksu juga memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya dalam rangkaian Walk for Peace.

Kehadiran rombongan biksu di Tebuireng dinilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pesan nyata tentang pentingnya persaudaraan lintas agama, saling menghormati, serta menjaga kerukunan bangsa Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Jombang tetap dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Sambutan masyarakat yang luar biasa menunjukkan bahwa semangat perdamaian masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Perjalanan para biksu pun diharapkan membawa inspirasi bagi masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan Indonesia.

Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan spiritual menuju titik tujuan berikutnya dengan membawa doa, harapan, serta pesan universal tentang kedamaian dunia.

 

(Aura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang
TEBUSAN Rp50 JUTA DIDUGA JADI SYARAT TUTUP KASUS SABU 28 GRAM, ADA APA DI POLSEK PETERONGAN?”
Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”
Basriyanto SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Sosok Tegas & Pemberani Berhati Lembut, Tangannya Senantiasa Terulur Bagi Pencari Keadilan Yang Kurang Mampu
Kedai Kopi Jam Tayang Sidoarjo Menjadi Rumah bagi Komunitas Mobil Dan Komunitas Lain
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:05 WIB

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan

Senin, 21 September 2026 - 22:35 WIB

Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang

Minggu, 20 September 2026 - 02:02 WIB

Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”

Berita Terbaru