DUGAAN MODUS PENGGANDAAN UANG DI BOYOLALI, SEJUMLAH WARGA MENGAKU MENGALAMI KERUGIAN HINGGA RATUSAN JUTA RUPIAH

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Boyolali – Dugaan praktik penggandaan uang kembali mencuat di wilayah Desa Mbakalan, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian finansial yang nilainya bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa pihak yang mengaku sebagai korban, praktik tersebut diduga melibatkan sejumlah oknum yang menawarkan janji pencairan dana dalam jumlah besar melalui mekanisme yang tidak lazim. Para korban mengaku tergiur setelah mendapat penjelasan mengenai adanya sumber dana tertentu yang disebut berasal dari jalur spiritual dan dapat dicairkan dengan memenuhi sejumlah persyaratan.

Menurut keterangan beberapa pelapor, mereka diminta menyerahkan sejumlah uang untuk berbagai keperluan yang disebut sebagai syarat pencairan dana. Di antaranya untuk pembelian ayam cemani dengan harga tinggi, dupa, kepala sapi, serta kebutuhan lain yang diklaim sebagai bagian dari proses pencairan dana tersebut.

Para korban juga mengaku menerima informasi bahwa dana yang dijanjikan berasal dari pihak tertentu dan akan segera cair setelah seluruh persyaratan dipenuhi. Namun hingga kini, dana yang dijanjikan tersebut belum diterima, sementara sejumlah korban mengaku telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga:  PIMPINAN UMUM REDAKSI MEDIA CYBERTNI.ID MENGECAM KERAS DUGAAN PENGEROYOKAN TERHADAP WARTAWAN SAAT MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa terdapat pihak yang berperan sebagai koordinator lapangan yang bertugas menghubungi dan mengumpulkan dana dari para calon penerima dana. Dugaan keterlibatan sejumlah pihak tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan para korban. Oleh karena itu, media ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi, bantuan dana, maupun program penggandaan uang yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa dasar hukum yang jelas. Jika merasa menjadi korban dugaan penipuan, warga disarankan segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan membawa bukti-bukti pendukung yang dimiliki.

Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian aparat berwenang untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang
Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
Diduga Jaringan WiFi Ilegal Beroperasi di Dusun Sumberejo, Sejumlah Perizinan dan Legalitas Dipertanyakan
Jombang Gelar Champion Jombang X, Seleksi Atlet Menuju Kejurcab dan Kejurwil
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:33 WIB

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:53 WIB

Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:08 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru