Diduga Gunakan Limbah Plastik untuk Pembakaran, Pabrik Tahu di Jogoroto Dikeluhkan Warga karena Asap Pekat dan Bau Menyengat

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id| JOMBANG – Sebuah pabrik tahu yang berada di lingkungan permukiman warga di Dusun Jakung, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi sorotan masyarakat. Pabrik milik seorang pengusaha berinisial HS tersebut diduga menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan akibat limbah produksi serta proses pembakaran yang digunakan dalam kegiatan usahanya.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, pabrik yang telah beroperasi selama bertahun-tahun itu diduga membuang limbah cair hasil produksi tahu ke saluran air yang mengalir menuju area persawahan. Limbah tersebut disebut menimbulkan bau menyengat yang menyebar hingga ke lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selain persoalan limbah cair, warga juga mengeluhkan kepulan asap hitam pekat yang muncul hampir setiap hari dari cerobong pembakaran pabrik. Asap tersebut diduga berasal dari penggunaan bahan bakar berupa sampah plastik, limbah industri, ban bekas, serta potongan-potongan bahan sintetis lainnya sebagai sumber panas untuk proses produksi tahu.

Menurut warga, asap hitam pekat yang disertai bau menyengat itu telah mencemari udara di sekitar permukiman. Mereka khawatir paparan asap hasil pembakaran bahan-bahan tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap proses produksi dan sistem pengelolaan limbah pabrik tersebut. Warga menginginkan adanya solusi yang mampu mengatasi pencemaran lingkungan tanpa harus mematikan usaha yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Warsubi Launching ADD Dan PDRD 2026, Tekankan Kemandirian Ekonomi Desa

Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa pemerintah sebelumnya telah menganjurkan pelaku usaha untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, seperti LPG atau bahan bakar lain yang tidak menghasilkan polusi berbahaya. Namun, warga menduga anjuran tersebut belum sepenuhnya diterapkan oleh pihak pabrik.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, wartawan CyberTNI.id mendatangi lokasi pabrik untuk melakukan konfirmasi. Di lokasi ditemukan adanya aktivitas produksi serta bau menyengat yang tercium di sekitar area pabrik. Wartawan juga berupaya menemui pemilik pabrik, HS, guna meminta penjelasan terkait keluhan warga. Namun hingga kunjungan dilakukan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

Sejumlah pekerja yang ditemui mengaku tidak mengetahui keberadaan pemilik pabrik maupun pihak yang berwenang memberikan keterangan. Akibatnya, konfirmasi dari pihak pengelola pabrik belum dapat diperoleh.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola pabrik belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran udara dan limbah produksi tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab kepada pihak HS maupun instansi terkait apabila ingin memberikan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang
TEBUSAN Rp50 JUTA DIDUGA JADI SYARAT TUTUP KASUS SABU 28 GRAM, ADA APA DI POLSEK PETERONGAN?”
Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”
Basriyanto SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Sosok Tegas & Pemberani Berhati Lembut, Tangannya Senantiasa Terulur Bagi Pencari Keadilan Yang Kurang Mampu
Kedai Kopi Jam Tayang Sidoarjo Menjadi Rumah bagi Komunitas Mobil Dan Komunitas Lain
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:05 WIB

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan

Senin, 21 September 2026 - 22:35 WIB

Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang

Minggu, 20 September 2026 - 02:02 WIB

Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”

Berita Terbaru