Jelang Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Tiasa Putra Asli Ponorogo Serukan Pelestarian Tradisi dan Nilai Keagamaan

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BeritaIntelijenNegara.id|| SURABAYA – Menjelang peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026, Ketua Komunitas Selatan Keras, Arif Tiasa, mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh rasa syukur, introspeksi diri, serta menjaga nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Arif Tiasa yang merupakan putra asli kelahiran Bumi Reog Ponorogo menilai bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan melestarikan kearifan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Arif Tiasa, Tahun Baru Islam memiliki makna mendalam bagi umat Muslim karena menjadi pengingat perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Momentum 1 Muharram hendaknya dijadikan sarana introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, berbagai tradisi yang hidup di masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dijaga selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Baca Juga:  Sinergitas Perhutani KPH Jombang Dan TNI/ Satrad 405, Tanam Ribuan Jati Bentuk Tanggung Jawab Kelestarian Hutan

Sebagai putra asli Bumi Reog Ponorogo, Arif Tiasa mengaku memiliki kedekatan emosional dengan berbagai tradisi budaya yang berkembang di tengah masyarakat Jawa, termasuk tradisi menyambut bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Bulan Suro dan waktu dekat akan melakukan kegiatan sosial bansos dan santunan anak yatim serta sunat massal.

Menurutnya, tradisi tersebut mengandung pesan moral, nilai kebersamaan, serta semangat gotong royong yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini.
“Tradisi yang diwariskan para leluhur harus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, tradisi tersebut juga mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” kata Arif Tiasa.

Menjelang datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, Arif Tiasa berharap seluruh umat Islam dapat menyambut tahun baru dengan semangat positif, memperbanyak amal ibadah, serta menjaga kerukunan antar sesama.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan membangun kehidupan yang lebih harmonis, damai, serta sejahtera.
“Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: KJN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.
Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang
TEBUSAN Rp50 JUTA DIDUGA JADI SYARAT TUTUP KASUS SABU 28 GRAM, ADA APA DI POLSEK PETERONGAN?”
Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”
Basriyanto SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Sosok Tegas & Pemberani Berhati Lembut, Tangannya Senantiasa Terulur Bagi Pencari Keadilan Yang Kurang Mampu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:05 WIB

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan

Senin, 21 September 2026 - 22:35 WIB

Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI

Minggu, 20 September 2026 - 13:27 WIB

Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang

Berita Terbaru