Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Ramadan, LPKNI, YBH Pegasus dan Media Soroti Distribusi di SPPBE Banyuwangi

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BeritaIntelijenNegara.id ||Banyuwangi – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg bersubsidi mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi menjelang dan selama bulan Ramadan. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan memasak, terutama untuk persiapan sahur dan berbuka puasa.

Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat, tim dari LPKNI bersama YBH Pegasus dan sejumlah awak media turun langsung melakukan penelusuran lapangan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Tim melakukan pengecekan di beberapa toko dan pengecer di wilayah Singojuruh dan Gendoh. Dari hasil penelusuran tersebut diketahui bahwa sejumlah pengecer mengaku sudah hampir satu minggu tidak menerima pasokan LPG 3 kg.

Salah satu pemilik toko menyampaikan bahwa pengiriman terakhir diterima pada hari Jumat, dan hingga saat ini belum ada pengiriman kembali sehingga stok LPG 3 kg di tingkat pengecer benar-benar kosong.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait kelancaran distribusi gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim juga mendatangi lokasi SPPBE PT Bumi Jaya Mandiri di wilayah Gambor, Banyuwangi. Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah truk pengangkut LPG 3 kg dalam kondisi sudah terisi penuh tabung gas.

Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, terdapat truk yang sudah terisi LPG tetapi belum didistribusikan hingga beberapa hari.

Dalam klarifikasi yang disampaikan oleh pihak manajemen SPPBE yang berinisial Alex, disebutkan bahwa kondisi kelangkaan LPG 3 kg kerap terjadi setiap tahun menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Senyum Natal Di Kampung Omponi, Saat TNI Berbagi Kasih Dan Kedamaian

Meski demikian, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan dari tim investigasi. Pasalnya, apabila kondisi ini sudah menjadi kejadian rutin setiap tahun, seharusnya pihak terkait dapat melakukan langkah antisipasi agar kelangkaan tidak sampai terjadi di tengah masyarakat.

Tim juga menyoroti adanya dugaan kurangnya transparansi dalam proses distribusi LPG 3 kg, terutama ketika di lapangan ditemukan kendaraan pengangkut yang sudah terisi penuh namun belum segera didistribusikan, sementara masyarakat di tingkat pengecer mengalami kekosongan stok.

Atas kondisi tersebut, LPKNI bersama YBH Pegasus dan media meminta penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait mekanisme distribusi LPG bersubsidi di wilayah Banyuwangi.

LPKNI juga mendesak agar:

1.Distribusi LPG 3 kg segera dinormalisasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.

2.Pengawasan distribusi diperketat guna mencegah kemungkinan adanya penimbunan atau permainan distribusi di lapangan.

3.Pihak terkait meningkatkan transparansi dalam sistem distribusi LPG bersubsidi.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, LPKNI, YBH Pegasus dan media menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kg di Banyuwangi.

“Kami tidak ingin masyarakat kecil menjadi korban akibat kelangkaan LPG bersubsidi, apalagi di bulan Ramadan. Jika setiap tahun terjadi, seharusnya ada langkah antisipasi. Jangan sampai distribusi terkesan tidak transparan sementara masyarakat kesulitan mendapatkan gas,” tegas perwakilan tim investigasi.

LPKNI dan YBH Pegasus juga membuka kemungkinan untuk menyampaikan laporan resmi kepada pihak terkait apabila dalam pemantauan selanjutnya ditemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi LPG bersubsidi.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Tim media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan
Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi
Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI
Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.
Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang
TEBUSAN Rp50 JUTA DIDUGA JADI SYARAT TUTUP KASUS SABU 28 GRAM, ADA APA DI POLSEK PETERONGAN?”
Viral! Aduan Polisi Hairil Tami Mandeg, Korban dugaan Penggelapan Curhat ke Publik: “Penyidik Polres Metro Bekasi Diam Saja Setahun Lebih”
Basriyanto SH, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX. Sosok Tegas & Pemberani Berhati Lembut, Tangannya Senantiasa Terulur Bagi Pencari Keadilan Yang Kurang Mampu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:05 WIB

Terkait Proyek Gedung Satreskrim Jadi Temuan BPK, Pengamat : Opini WTP Pemkab Ngawi Bukan Berarti Bebas Kesalahan

Senin, 21 September 2026 - 22:35 WIB

Edarkan Sabu Lintas Kota, Jaringan Ranjau Driyorejo-Karangpilang Dibongkar Polisi

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Korban Dugaan ‘Percobaan Pembunuhan & Pengroyokan Dgn Linggis Besi’ Mengalami Kebocoran Paru-Paru, Polres Salatiga BAP Korban didampingi Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI

Minggu, 20 September 2026 - 13:27 WIB

Polres Salatiga, Sudah Jelas Bukti CCTV dugaan Pengroyokan & Dugaan Percobaan Pembunuhan Dengan Linggis Besi, Kenapa Belum ditangkap? Ujar Eko Ponco,S.H.

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Lomba Senam kreasi Piala Kapolres Srikandi Pemuda Pancasila Berkolaborasi dengan Kapolres Jombang

Berita Terbaru