Surabaya — BeritaIntelijenNegara.id – Gelombang tekanan publik akhirnya membuahkan hasil. Sejak 5 hingga 12 Desember 2025, ribuan massa dari Organisasi Kemasyarakatan Madura Asli (MADAS) Sedarah menggelar aksi besar-besaran di halaman Mapolda Jawa Timur. Mereka mendesak pencopotan Kapolres Tuban setelah mencuatnya dugaan kasus salah tangkap disertai penyiksaan berat terhadap seorang warga bernama Muhammad Rifai, asal Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Tuban.
Kasus ini mencuri perhatian publik karena Rifai diduga ditangkap tanpa bukti kuat oleh oknum Unit Jatanras Satreskrim Polres Tuban. Bukannya diperlakukan sesuai prosedur hukum, Rifai justru mengaku mengalami kekerasan brutal sejak awal penangkapan. Keluarga dan saksi menyebut Rifai dipukul, disetrum, hingga dianiaya secara keji, menyebabkan luka serius di bagian kepala, dada, punggung, serta hampir merenggut nyawanya.
Sederet temuan dan laporan keluarga pun membuat publik kian resah dan marah. MADAS Sedarah kemudian turun tangan, dipimpin langsung Ketua Umum, Bung Taufik, yang bergerak cepat melakukan advokasi dan audiensi resmi dengan Polda Jawa Timur. Aksi massa yang berlangsung selama sepekan itu semakin menekan aparat untuk mengambil langkah tegas guna memulihkan kepercayaan publik.
Puncaknya, Kapolda Jawa Timur akhirnya mengabulkan tuntutan massa. Kapolres Tuban resmi dicopot dari jabatannya, dan posisinya digantikan oleh Kombes Pol Agung, yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda Jatim. Keputusan ini disambut sorak kemenangan dan rasa lega dari ribuan anggota dan simpatisan MADAS Sedarah.
Ketua Umum MADAS Sedarah, Bung Taufik, menyampaikan rasa syukur atas kompaknya perjuangan seluruh anggota dari berbagai DPD di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa suara rakyat tidak boleh diremehkan.
> “Perjuangan ini bukan perjuangan satu orang. Ini adalah perjuangan kita bersama. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang tetap solid dan tidak terpecah oleh isu apa pun. Kita akan terus bekerja melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Bung Taufik.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota MADAS Sedarah agar tetap menjaga persatuan, tidak terprovokasi oleh komentar liar, dan mengedepankan pendekatan damai dalam setiap langkah perjuangan.
Dengan pencopotan Kapolres Tuban dan proses hukum yang kini mulai berjalan, publik berharap kasus dugaan penyiksaan ini menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk melakukan pembenahan internal serta memastikan kasus serupa tidak terulang. (Can)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Ormas madas












