Peringatan 124 Tahun Kedatangan Raden Soekeni: Drama Sketsa Kelahir

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id| Jombang, 28 Desember 2025 —Dalam rangka memperingati 124 tahun kedatangan Mantri Guru Sekolah Ongko 2 Ploso, Raden Soekeni, sekaligus untuk merayakan kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sebuah acara spesial digelar di desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopincam Ploso, Kapolsek, Danramil, kepala desa Rejoagung, kepala desa Losari, serta para tokoh masyarakat dan abdi dalem Raden Soekeni.

Raden Soekeni, yang tiba di Ploso pada 28 Desember 1901, turut memberikan kontribusi yang signifikan dalam sejarah pendidikan di daerah tersebut. Melalui upaya kolaboratif para pihak, titik nol atau lokasi kelahiran Ir. Soekarno, yang lahir dari pasangan suami istri Raden Soekani Sosrodihardjo dan Nyoman Rai Srimben dengan nama kecil Raden Kosno pada 6 Juni 1902, akhirnya berhasil diidentifikasi. Lokasi ini saat ini berada di desa, Rejoagung, Kec Ploso dulunya bernama Desa Ngelo Kawedanan, Ploso dan masuk Karisidenan Soerabaya.CyberTNI.id | Jombang, 28 Desember 2025.

Dalam rangka memperingati 124 tahun kedatangan Mantri Guru Sekolah Ongko Dua (Ongko 2) Ploso, Raden Soekeni Sosrodihardjo, sekaligus mengenang kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, masyarakat Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, menggelar sebuah kegiatan budaya dan sejarah yang sarat makna. Peringatan ini dikemas dalam bentuk drama sketsa sejarah yang menggambarkan perjalanan hidup Raden Soekeni serta momentum kelahiran sang Proklamator.

Acara tersebut berlangsung khidmat dan mendapat perhatian luas dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopincam Ploso, Kapolsek Ploso, Danramil Ploso, Kepala Desa Rejoagung, Kepala Desa Losari, para tokoh masyarakat, budayawan, serta abdi dalem keturunan Raden Soekeni. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah dan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Baca Juga:  Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas

Raden Soekeni diketahui tiba di wilayah Ploso pada 28 Desember 1901 sebagai Mantri Guru Sekolah Ongko Dua, sebuah peran penting dalam dunia pendidikan pada masa kolonial. Kiprahnya di bidang pendidikan tidak hanya meninggalkan jejak intelektual, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah lahirnya tokoh besar bangsa, Ir. Soekarno.

Melalui serangkaian kajian sejarah, penelusuran arsip, serta kolaborasi antara tokoh masyarakat, sejarawan, dan pemerintah desa, titik nol atau lokasi kelahiran Ir. Soekarno akhirnya berhasil diidentifikasi. Ir. Soekarno lahir dari pasangan Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Nyoman Rai Srimben dengan nama kecil Raden Kosno pada 6 Juni 1902. Lokasi bersejarah tersebut kini berada di wilayah Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, yang pada masa itu dikenal dengan nama Desa Ngelo, Kawedanan Ploso, dan termasuk dalam wilayah Karesidenan Soerabaya.

Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda, sekaligus penguat identitas budaya dan nasionalisme masyarakat. Dengan mengenang jasa para tokoh pendahulu, masyarakat diajak untuk meneladani nilai perjuangan, pengabdian, dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran
Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas
Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul
REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN
Layanan SPKT Polres Metro Jakarta Utara Mengecewakan. Harriani Bianca, S.H. Waketum FERADI WPI / Ketua LBH FERADI Menyayangkannya
The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang
MUSIBAH DI BALIK PROYEK “SILUMAN” JALAN BALI: PEKERJA TERJEPIT ALAT BERAT, DUGAAN PELANGGARAN K3 DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA DIPERTANYAKAN
BBM LANGKA, ANTREAN SPBU DI SITUBONDO MELUBER KE JALAN RAYA GNTP MINTA POLANTAS AKTIF AMANKAN PENGENDARA, PEMKAB DAN APARAT DIMINTA TERTIBKAN DUGAAN PRAKTIK “PENGIMBAL”
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas

Kamis, 10 September 2026 - 17:26 WIB

Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul

Kamis, 10 September 2026 - 16:59 WIB

REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN

Kamis, 10 September 2026 - 08:38 WIB

The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang

Berita Terbaru