Beritaintelijennegara.id | JOMBANG – Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari sebuah kandang ayam yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga, tepatnya di antara wilayah Desa Gabusbanaran dan Dusun Kendal, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Kandang ayam tersebut disebut-sebut milik salah seorang perangkat Pemerintah Desa yang dikenal warga sebagai Bapak Carik/Sekdes. Keberadaan kandang yang berdekatan dengan permukiman dinilai warga menimbulkan keresahan, terutama akibat bau tidak sedap dan banyaknya lalat yang muncul di sekitar lokasi.
Salah seorang warga saat ditemui awak media di sebuah warung yang lokasinya hanya beberapa meter dari kandang ayam tersebut mengaku cukup terganggu dengan kondisi itu. Menurutnya, bau yang muncul terkadang sangat menyengat hingga membuat warga merasa tidak nyaman saat beraktivitas.
Saat awak media melakukan penelusuran di sekitar lokasi, keluhan mengenai bau tidak sedap tersebut juga dirasakan. Namun, terkait kelengkapan perizinan pendirian dan operasional kandang ayam, awak media belum memperoleh informasi yang dapat memastikan apakah seluruh perizinan telah dipenuhi.
Warga juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah mendapatkan pemberian kompensasi dari pihak pemilik kandang. Namun, menurut keterangan warga, pemberian tersebut hanya dilakukan satu kali dan berupa setengah bagian ayam.
Keluhan terkait bau dan lalat disebut telah beberapa kali disampaikan kepada pihak pemilik kandang. Warga mengaku kecewa karena ketika menyampaikan keluhan, mereka justru disebut diminta membeli obat sendiri untuk mengatasi gangguan tersebut.
Warga berharap Pemerintah Desa maupun instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan, serta memastikan keberadaan kandang ayam telah memenuhi ketentuan perizinan dan standar lingkungan yang berlaku.
Sebagai Carik/Sekretaris Desa (Sekdes), warga berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap keluhan masyarakat dan mencari solusi yang tidak merugikan warga maupun pemilik usaha.
Hingga berita ini disusun, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi dari pemilik kandang serta Pemerintah Desa Gabusbanaran terkait keluhan warga, perizinan kandang, pengelolaan limbah, serta upaya penanganan bau dan lalat yang dikeluhkan masyarakat.













