Beritaintelijennegara.id | JOMBANG – Sejumlah warga di Desa Gabusbanaran, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari beberapa kandang ayam yang disebut-sebut milik Kepala Desa setempat.
Keluhan tersebut disampaikan warga karena lokasi kandang berada tidak jauh dari permukiman. Bau menyengat disebut kerap tercium hingga ke area warung dan lingkungan sekitar, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (12/8/2026), keberadaan kandang ayam tampak berada di area persawahan yang berdekatan dengan aktivitas warga. Kondisi lingkungan sekitar juga menjadi perhatian karena terdapat lalat yang disebut warga kerap masuk ke warung dan mengganggu kenyamanan.
Seorang warga yang ditemui awak media, namun identitasnya dirahasiakan, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Menurutnya, selain bau yang menyengat, banyaknya lalat juga membuat warga merasa tidak nyaman saat beraktivitas maupun menikmati makanan di warung.
“Bau kadang sangat menyengat. Lalat juga banyak, sampai masuk ke warung. Kami berharap ada perhatian agar kondisi ini tidak terus mengganggu warga,” ungkap sumber tersebut.
Warga juga menyampaikan bahwa selama ini pernah ada harapan agar masyarakat yang terdampak memperoleh bentuk kompensasi ketika masa panen ayam. Namun, menurut keterangan warga, pemberian yang pernah diterima disebut hanya berupa sebagian ayam dan tidak diberikan kepada seluruh warga terdampak.
Selain persoalan bau dan lalat, warga juga mengaku pernah menyampaikan keluhan mengenai penggunaan obat atau penanganan tertentu untuk mengurangi bau serta mengendalikan lalat. Namun, warga menyebut mereka justru diminta melakukan pembelian sendiri.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa keluhan mereka belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan. Mereka berharap pengelola kandang dapat memperhatikan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Warga meminta adanya langkah konkret untuk mengurangi bau, mengendalikan populasi lalat, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kandang. Mereka juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pengelola usaha dan masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai keluhan warga tersebut masih bersumber dari keterangan masyarakat di sekitar lokasi. Konfirmasi dan tanggapan dari pihak pengelola kandang maupun Pemerintah Desa Gabusbanaran masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan secara berimbang terkait pengelolaan kandang, pengendalian bau dan lalat, serta bentuk kompensasi kepada masyarakat terdampak.
Team













