Kebakaran Pabrik Sepatu PT Karya Mekar Mojongapit Jombang, Alarm Lemahnya Pengawasan Keselamatan Industri

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | JOMBANG — Kebakaran hebat yang melanda pabrik sepatu PT Karya Mekar di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, pada Sabtu pagi, 20 Desember 2025, bukan sekadar musibah biasa. Insiden ini kembali membuka pertanyaan serius terkait standar keselamatan industri, pengawasan pemerintah, serta kesiapan sistem proteksi kebakaran di kawasan manufaktur Jombang.

Api mulai berkobar sekitar pukul 06.00 WIB, ditandai dengan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh. Dalam waktu singkat, api melahap area produksi pabrik yang diketahui menyimpan material mudah terbakar, mulai dari karet, bahan sintetis, lem industri, hingga mesin produksi.

Sebanyak 40 personel gabungan dari Damkar, BPBD, TNI-Polri, serta relawan dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Namun, proses pemadaman berlangsung cukup lama, memunculkan tanda tanya mengenai ketersediaan sistem pemadam internal, seperti hydrant, sprinkler, maupun alat pemadam api ringan (APAR) di dalam pabrik.

“Api cepat membesar. Ini menimbulkan dugaan awal bahwa sistem pencegahan kebakaran di dalam pabrik tidak bekerja maksimal atau bahkan tidak tersedia,” ungkap seorang warga yang menyaksikan langsung proses pemadaman.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan secara resmi. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, penyebab klasik yang kerap muncul dalam kasus kebakaran pabrik. Namun, dugaan tersebut justru memperkuat sorotan publik terhadap kelayakan instalasi listrik, audit keselamatan berkala, serta kepatuhan perusahaan terhadap regulasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Baca Juga:  Kasus Dugaan SARA Mandek, Fam Fuk Tjhong Waketum FERADI WPI, Desak Kapolres Lebak Bertindak

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam. Tak hanya penyebab api, aparat juga didorong untuk mengusut izin operasional pabrik, kelengkapan dokumen keselamatan, serta rekam jejak inspeksi dari instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian.

Lebih jauh, kebakaran ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pekerja. Meski tidak ada laporan korban jiwa, publik mempertanyakan apakah para karyawan telah dibekali pelatihan evakuasi darurat, jalur penyelamatan yang layak, serta simulasi kebakaran secara rutin.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai angka fantastis, mengingat skala produksi PT Karya Mekar yang besar. Namun, dampak sosial yang lebih luas juga tak bisa diabaikan. Ratusan pekerja kini terancam kehilangan jam kerja, bahkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila aktivitas produksi terhenti dalam waktu lama.

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi pengawasan industri di Kabupaten Jombang. Pemerintah daerah didesak tidak sekadar menunggu hasil penyelidikan, tetapi segera melakukan audit menyeluruh terhadap pabrik-pabrik lain yang beroperasi di wilayah padat industri, sebelum kebakaran berikutnya kembali terjadi.

Kebakaran PT Karya Mekar Mojongapit seharusnya menjadi momentum evaluasi total. Tanpa penegakan aturan yang tegas dan transparan, risiko kebakaran industri hanya tinggal menunggu waktu dan yang selalu menjadi korban adalah pekerja serta masyarakat sekitar.

 

Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC FERADI WPI Jakarta Timur Gelar Pelantikan Pengurus Ketua Umum FERADI WPI Hadir Langsung
Wujud Sinergitas, Babinsa Banjarsari Bersama Warga Gotong Royong Lebarkan Jalan Desa
HUT ke-57 Karang Taruna Pandan Wangi Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan Pandan Wangi – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Karang Taruna 
Unit Reaksi Cepat (URC) Reserse di sebar Di seluruh Jawa Tengah Responsif Tangani Kejahatan Jalanan
Antisipasi Banjir, Babinsa Sertu Didik Bersama Warga Kepanjenkidul Bersihkan Saluran Sungai
Polisi Pantau Tanaman Jagung, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
DIDUGA BEROPERASI TANPA IZIN, KANDANG AYAM BROILER BERKAPASITAS HAMPIR 6.000 EKOR DI DENANYAR JOMBANG TUAI KELUHAN WARGA
Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Brigif dan Yonif TP di Mojowarno
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPC FERADI WPI Jakarta Timur Gelar Pelantikan Pengurus Ketua Umum FERADI WPI Hadir Langsung

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wujud Sinergitas, Babinsa Banjarsari Bersama Warga Gotong Royong Lebarkan Jalan Desa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:42 WIB

HUT ke-57 Karang Taruna Pandan Wangi Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan Pandan Wangi – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Karang Taruna 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:38 WIB

Unit Reaksi Cepat (URC) Reserse di sebar Di seluruh Jawa Tengah Responsif Tangani Kejahatan Jalanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:33 WIB

Antisipasi Banjir, Babinsa Sertu Didik Bersama Warga Kepanjenkidul Bersihkan Saluran Sungai

Berita Terbaru