Mahasiswa UNHASY Hadirkan “Tau Jamyam”, Inovasi Tahu Kekinian dengan Topping Premium dan Nilai Gizi Tinggi

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Jombang 19–mei-2026 —  Kreativitas mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali terlihat melalui lahirnya inovasi kuliner bertajuk “Tau Jamyam” atau Tahu Jamur Ayam.

Produk tersebut merupakan bagian dari Program Kewirausahaan Kuliah di Luar Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan membangun jiwa wirausaha mahasiswa melalui praktik usaha secara langsung.

Program usaha ini digagas oleh lima mahasiswa UNHASY yang terdiri dari Zihan Fathonah A sebagai ketua tim, bersama Utari Dias Dimen, Aprilia Putri K.N, Amalia Rahma Ramadhani, dan Aghnia Mar’ah.

Melalui usaha tersebut, mereka menghadirkan olahan tahu dengan konsep lebih modern, variatif, serta sesuai dengan selera generasi muda saat ini.

Tau Jamyam hadir sebagai inovasi makanan ringan berbahan dasar tahu yang dipadukan dengan adonan jamur tiram dan ayam.

Produk tersebut disajikan dengan berbagai pilihan topping seperti keju, ayam suwir, jamur tumis, sosis, cabai, hingga crabstick. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa gurih dengan tekstur lembut serta tampilan menarik yang berbeda dari olahan tahu pada umumnya.

Dalam proposal usaha yang disusun tim, dijelaskan bahwa meningkatnya gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu alasan utama lahirnya Tau Jamyam. Saat ini masyarakat cenderung menyukai makanan praktis, cepat saji, namun tetap lezat dan terjangkau. Di sisi lain, olahan tahu yang beredar di pasaran masih dianggap monoton karena hanya disajikan dalam bentuk sederhana tanpa variasi rasa maupun tampilan yang menarik.

Baca Juga:  Warga Bandarkedungmulyo Menggugat: Kades Diduga Abaikan Aspirasi Rakyat Demi Kepentingan Industri

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa UNHASY mencoba menghadirkan solusi berupa produk tahu kekinian yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga nilai gizi. Kombinasi tahu, jamur, dan ayam dinilai mampu memberikan kandungan protein nabati dan hewani yang lebih seimbang sehingga cocok dijadikan camilan maupun makanan ringan pengganjal lapar.

Ketua tim, Zihan Fathonah A, mengungkapkan bahwa usaha Tau Jamyam tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi sarana belajar mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha.

Menurutnya, melalui program MBKM mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola usaha, mulai dari tahap produksi, pemasaran, hingga evaluasi keuangan.

“Kami ingin menciptakan produk yang dekat dengan masyarakat tetapi tetap memiliki inovasi. Tahu merupakan makanan yang familiar, sehingga kami mencoba mengembangkannya menjadi lebih modern dengan berbagai pilihan topping dan tampilan yang menarik,” ujarnya.

Produk Tau Jamyam menyasar konsumen usia 15 hingga 35 tahun, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Segmentasi pasar tersebut dipilih karena kelompok usia muda cenderung menyukai makanan kekinian yang praktis, memiliki banyak variasi rasa, dan mudah dibagikan melalui media sosial.

Melalui inovasi ini, mahasiswa UNHASY berharap Tau Jamyam dapat berkembang menjadi produk kuliner lokal yang mampu bersaing di tengah tren makanan modern. Selain itu, usaha tersebut juga diharapkan menjadi contoh bahwa mahasiswa mampu menghadirkan kreativitas dan solusi usaha yang inovatif melalui program MBKM

 

(Gokcuy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran
Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas
Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul
REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN
Layanan SPKT Polres Metro Jakarta Utara Mengecewakan. Harriani Bianca, S.H. Waketum FERADI WPI / Ketua LBH FERADI Menyayangkannya
The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang
MUSIBAH DI BALIK PROYEK “SILUMAN” JALAN BALI: PEKERJA TERJEPIT ALAT BERAT, DUGAAN PELANGGARAN K3 DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA DIPERTANYAKAN
BBM LANGKA, ANTREAN SPBU DI SITUBONDO MELUBER KE JALAN RAYA GNTP MINTA POLANTAS AKTIF AMANKAN PENGENDARA, PEMKAB DAN APARAT DIMINTA TERTIBKAN DUGAAN PRAKTIK “PENGIMBAL”
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas

Kamis, 10 September 2026 - 17:26 WIB

Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul

Kamis, 10 September 2026 - 16:59 WIB

REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN

Kamis, 10 September 2026 - 08:38 WIB

The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang

Berita Terbaru