Pascai Jizah Kubro di Jombang, Polisi Ungkap 3 Kasus Kekerasan: Sejumlah Pemuda Jadi Tersangka, 4 Masih Diburu

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | JOMBANG – Gelaran Jizah Kubro di Tambakberas, Jombang, berujung sejumlah insiden kekerasan. Polres Jombang mengungkap tiga perkara dugaan pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi setelah kegiatan tersebut pada 15–16 Agustus 2026.
Dalam pengungkapan itu, polisi menangani perkara kekerasan terhadap anak secara bersama-sama di muka umum hingga dugaan kekerasan terhadap barang yang berujung pada pembakaran sepeda motor.

Korban Dihadang Saat Pulang dari Jizah Kubro
Kasus pertama terjadi di Jalan Raya Dusun Plosorejo, Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Dua orang menjadi korban, yakni SDNI (17) dan MRA (19). Polisi mengungkap adanya sejumlah tersangka, termasuk dua orang yang masih berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Menurut dokumen perkara, korban yang hendak pulang setelah menyaksikan kegiatan Jizah Kubro di Tambakberas dihadang sekelompok pemuda.

Korban kemudian menjadi sasaran pengeroyokan menggunakan tangan kosong maupun alat.
Dilempari Batu hingga Diserang dengan Senjata Tajam
Kasus kedua terjadi di Jalan Raya Ploso-Babat, utara PT Camino Industrial Indonesia, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Korban berinisial BJA (17), pelajar asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial AJ (19). Sementara tiga orang lainnya berinisial HD, BT dan ER masih masuk daftar pencarian orang.

Baca Juga:  Polsek Jombang Diduga Terlibat Praktik Tangkap Lepas, Uang Rp 15 Juta Disebut Mengalir

Peristiwa bermula ketika korban bersama tiga rekannya melintas setelah melihat kegiatan Jizah Kubro. Mereka kemudian dihadang kelompok pemuda yang tidak dikenal.
Korban disebut mengalami kekerasan setelah kelompok tersebut melakukan pelemparan batu dan menendang sepeda motor. Dalam perkembangan kejadian, korban juga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka pada bagian punggung kanan dekat tulang rusuk.

Motor Honda Beat Jadi Sasaran hingga Terbakar
Tak hanya pengeroyokan terhadap orang, polisi juga mengungkap perkara kekerasan terhadap barang.

Kasus ketiga terjadi di lokasi yang sama di wilayah Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, pada 16 Agustus 2026 sekitar pukul 00.08 WIB.
Korban sekaligus pemilik kendaraan berinisial AHD (18). Polisi menetapkan ANH (24) dan RG (20) sebagai tersangka.

Dalam perkara tersebut, sebuah Honda Beat hitam bernopol S-2461-JCC tertinggal ketika terjadi keributan. Kendaraan tersebut kemudian menjadi sasaran kelompok pemuda hingga mengalami kerusakan dan akhirnya terbakar.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian, batu, telepon seluler, STNK, serta bagian sepeda motor yang telah hangus terbakar.

Polisi Kejar Pelaku yang Masih Buron
Dari rangkaian perkara tersebut, polisi masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang telah ditetapkan sebagai DPO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran
Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas
Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul
REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN
Layanan SPKT Polres Metro Jakarta Utara Mengecewakan. Harriani Bianca, S.H. Waketum FERADI WPI / Ketua LBH FERADI Menyayangkannya
The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang
MUSIBAH DI BALIK PROYEK “SILUMAN” JALAN BALI: PEKERJA TERJEPIT ALAT BERAT, DUGAAN PELANGGARAN K3 DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA DIPERTANYAKAN
BBM LANGKA, ANTREAN SPBU DI SITUBONDO MELUBER KE JALAN RAYA GNTP MINTA POLANTAS AKTIF AMANKAN PENGENDARA, PEMKAB DAN APARAT DIMINTA TERTIBKAN DUGAAN PRAKTIK “PENGIMBAL”
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Ketua DPD FERADI WPI Provinsi Jawa Barat, H. Adang Bahrowi Sudirman, S.H., C.PFW., CH., CHT., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., Melintasi Batas Wilayah demi Keadilan Dan Kebenaran

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

Jelang Laga Sengit, Kapolres Kuningan Imbau Bobotoh dan Jakmania Nonton di Rumah Saja Demi Menjaga Kondusifitas

Kamis, 10 September 2026 - 17:26 WIB

Proyek Revitalisasi SD Negeri 4 Tirtobinangun Nganjuk Disorot: Abaikan Standar K3 dan Kualitas Beton Amburadul

Kamis, 10 September 2026 - 16:59 WIB

REVITALISASI SMP NEGERI 5 KERTOSONO SENILAI Rp929 JUTA DISOROT, MUTU PENGECORAN BETON DIDUGA ASAL-ASALAN

Kamis, 10 September 2026 - 08:38 WIB

The Three Musketeers of Feradi Wpi, Revan Pratama Wijaya, Erwin Maulana, & Ganda Subrata, berperkara Di PN Cikarang

Berita Terbaru