Satreskrim Polres Jombang Gagalkan Aksi Tawuran, Amankan Senjata Tajam Dan Bom Bondet Rakitan

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | Jombang, 2 Februari 2026 — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang berhasil mengamankan sejumlah pemuda yang diduga membawa senjata tajam serta bahan peledak rakitan jenis bondet. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Jombang.

Pengungkapan kasus tersebut bermula pada Sabtu dini hari, 31 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas piket Polres Jombang menerima laporan dari masyarakat terkait adanya konvoi sekelompok pemuda yang berboncengan sepeda motor sambil membawa senjata tajam di Jalan Raya Desa Janti, Kecamatan Mojoagung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pengecekan di lapangan, polisi mendapati sejumlah pemuda membawa senjata tajam jenis celurit berukuran relatif panjang, serta beberapa bom bondet yang telah dirakit. Pengembangan lebih lanjut kemudian dilakukan di sebuah rumah yang berada di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan beberapa tersangka, baik yang terafiliasi dengan perguruan silat tertentu maupun yang tidak memiliki afiliasi. Para tersangka diketahui berusia remaja hingga dewasa muda, dengan latar belakang sebagai pelajar dan mahasiswa.
Selain mengamankan para tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor, senjata tajam jenis celurit, bom bondet rakitan, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta sisa bahan perakitan bondet.

Baca Juga:  Kodam IX/Udayana Gelar Operasi Gaktib Dan Yustisi, Tegaskan Komitmen Disiplin Dan Penegakan Hukum Prajurit

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, para tersangka diduga membawa senjata tajam dan bahan peledak tersebut untuk digunakan dalam aksi tawuran antar kelompok. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 306 dan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal masing-masing 15 tahun dan 7 tahun.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, Polres Jombang menegaskan bahwa penegakan hukum ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya aksi kekerasan yang berpotensi membahayakan nyawa dan meresahkan warga.

Melalui pengungkapan kasus ini, Polres Jombang berharap dapat memberikan efek jera serta menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kondusivitas wilayah dan tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas demi terwujudnya Kabupaten Jombang yang aman, tertib, dan damai.

 

Ynti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang
Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
Diduga Jaringan WiFi Ilegal Beroperasi di Dusun Sumberejo, Sejumlah Perizinan dan Legalitas Dipertanyakan
Jombang Gelar Champion Jombang X, Seleksi Atlet Menuju Kejurcab dan Kejurwil
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:33 WIB

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:53 WIB

Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:08 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru