KETUA TIM INTELIJEN & INVESTIGASI DPP GABUNGAN WARTAWAN INDONESIA, RASYIDI ,.C,PM,C,LOP,C,JKJ, KUTUK KERAS DUGAAN KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN DI JOMBANG: SIAP BERIKAN PENDAMPINGAN HUKUM GRATIS

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beritaintelijennegara.id | JOMBANG,11 Juni 2026 — Ketua Tim Intelijen & Investigasi DPP Gabungan Wartawan Indonesia, Rasyidi,.C,PM,C,LOP,C,JKJ (Didik Castielo) menyampaikan pernyataan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami seorang wartawan media BeritaIntelijenNegara.id saat menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Rasyidi mengutuk keras setiap bentuk tindakan anarkis, intimidasi, maupun dugaan pengeroyokan terhadap wartawan yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial dan tugas jurnalistik yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

Menurut informasi yang beredar, peristiwa tersebut bermula setelah wartawan melakukan peliputan dan mempublikasikan informasi terkait dugaan pembakaran limbah karung. Setelah pemberitaan terbit, korban mengaku mendapat tekanan dan ajakan untuk melakukan mediasi. Namun berdasarkan keterangan korban, pertemuan yang diharapkan menjadi ruang penyelesaian secara baik justru diduga berujung pada tindakan pengeroyokan yang melibatkan beberapa orang. Seluruh rangkaian peristiwa tersebut tentu perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.

Dalam pernyataannya, Didiki menegaskan bahwa wartawan bekerja berdasarkan aturan hukum dan memiliki perlindungan dalam menjalankan profesinya.

“Pers bukan pihak yang harus dibungkam ketika menyampaikan informasi kepada publik. Jika terdapat keberatan terhadap pemberitaan, negara telah menyediakan mekanisme yang sah melalui hak jawab, hak koreksi, maupun jalur hukum. Bukan dengan intimidasi ataupun kekerasan,” tegas Didik.

Baca Juga:  Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai "Bisnis Kekuasaan"

Ia juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak menutup mata terhadap laporan maupun dugaan tindak pidana yang terjadi.

Menurutnya, apabila benar ditemukan unsur pengeroyokan ataupun upaya menghalangi kerja jurnalistik melalui tekanan dan kekerasan, maka seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara profesional, objektif, dan transparan.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama insan pers, Didik yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Bantuan Hukum Feradi WPI menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan hukum secara GRATIS kepada korban.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk loyalitas dan komitmen dalam menjaga marwah profesi wartawan serta memastikan setiap insan pers memperoleh perlindungan hukum ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Didik menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk membungkam kritik dan membatasi hak masyarakat memperoleh informasi.

“Ketika wartawan diserang saat menjalankan profesinya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga perlindungan terhadap kebebasan pers dan hak publik atas informasi,” pungkasnya.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritaintelijennegara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang
Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
Diduga Jaringan WiFi Ilegal Beroperasi di Dusun Sumberejo, Sejumlah Perizinan dan Legalitas Dipertanyakan
Jombang Gelar Champion Jombang X, Seleksi Atlet Menuju Kejurcab dan Kejurwil
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:33 WIB

PANGIMA KESATRIA JAWA BERSATU, SRIADI “MBAH DIPO”: SOSOK SEDERHANA DI BALIK GERAKAN SOSIAL, PERTANIAN, DAN PELESTARIAN ADAT JAWA

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:50 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:53 WIB

Polsek Ngusikan Melakukan Pengecekani Tanaman Jagung Bantuan Dinas Pertanian melalui Polres Jombang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi Di Jambewangi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:08 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru